Kesadaran Berlalulintas di Medan Minim, Pelanggaran Meningkat 32 Persen

Ilustrasi Operasi Zebra.
Ilustrasi Operasi Zebra.

Medan | rakyatmedan.com
Operasi Zebra Toba 2016 yang digelar Satlantas Polrestabes Medan telah berakhir, Selasa (29/11) kemarin. Dari rekapitulasi pelanggaran bila dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi peningkatan 32 persen.

Kasatlantas Polrestabes Medan, Kompol T Rizal Moelana menjelaskan, peningkatan pelanggaran pengendara, mengindikasikan masih kurangnya kesadaran berlalu lintas pengendara.

“Sebanyak 3.243 set tilang dikeluarkan dalam Operasi Zebra tahun ini, bila dibandingkan tahun lalu (2015) berjumlah 2.463 set tilang, jadi naik 32 persen,” ujar Rizal.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat agar mematuhi peraturan lalulintas, agar terhindar dari kecelakaan yang mengancam keselamatan diri maupun orang lain serta arus lalu lintas di Kota Medan yang padat dapat lancar.

Lanjut dijelaskannya, selama Operasi Zebra 2016, angka kecelakaan lalu lintas menurun 74 persen bila dibandingkan tahun 2015.

“Tahun ini ada 5 kasus kecelakaan, tiga meninggal dunia dan dua luka berat, sedangkan tahun 2015 berjumlah 19 kasus kecelakaan dengan perincian 6 meninggal dunia, 12 luka berat, dan 10 luka ringan, ” ungkapnya.

Walaupun Operasi Zebra telah berakhir, lanjut Rizal, pihaknya berharap agar masyarakat tetap mematuhi aturan rambu lalulintas dalam berkendara.

“Selama Operasi Zebra pelanggaran paling banyak pengendara sepeda motor, dan menerobos lampu merah, tentunya perilaku ini harus diubah menjadi tertib demi keselamatan diri dan orang lain di jalan raya,” tandasnya. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya