Komplotan Spesialis Pencuri Lembu Diringkus

Tiga pria diduga sebagai komplotan spesialis pencuri lembu saat di periksa di ruangan Sat Reskrim Polres Asahan.
Tiga pria diduga sebagai komplotan spesialis pencuri lembu saat di periksa di ruangan Sat Reskrim Polres Asahan.

Asahan | rakyatmedan.com
Tiga orang pria diduga komplotan pencuri ternak lembu milik warga berhasil diringkus Sat Reskrim Polres Asahan.

Ketiganya kini sudah berstatus tersangka yakni AS (31) warga Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, MLR (38) warga Kisaran Kabupaten Asahan dan M alias J (40) warga Kabupaten Batu Bara.

Demikian diungkapkan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara SIK didampingi Kanit Jatanras Ipda M Khomaini STK.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku diduga pencuri ternak warga itu berawal saat dilaksanakannya razia gabungan yang dipimpin oleh Kasat lantas Polres Asahan AKP Rikki Ramadhan.

Petugas gabungan melakukan razia rutin di sejumlah titik, salah satunya di depan makam pahlawan Kisaran dengan memeriksa kendaraan bermotor baik kelengkapan surat-surat maupun barang bawaan termasuk senjata tajam maupun senjata api.

“Pada saat melakukan pemeriksaan terhadap mobil minibus Isuzu Panther BK 1372 P warna biru, petugas menemukan senjata api mainan jenis mancis, alat setrum, tali tambang dan terpal bekas kotoran sapi atau lembu,” ujar AKP Bayu Putra Samara SIK dikutip dari laman  tribratanewspoldasumut.com.

Karena curiga, petugas lantas langsung berkoordinasi dengan anggota Reskrim untuk melakukan interogasi lanjutan. Setelah diperiksa intensif, ketiganya mengaku sedang mengintai lembu atau ternak warga untuk dicuri.

Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, lanjutnya, aksi pencurian ternak milik warga sudah dilakukan sejak dua tahun lalu di berbagai sejumlah wilayah yang ada di Sumut, dua diantaranya di Kabupaten Asahan dan Simalungun.

Untuk di Asahan saja, diakui sudah lima kali pelaku berhasil mencuri ternak warga, satu diantara korban pelaku sudah membuat laporan ke Polres Asahan, yakni lokasi kejadian di Kecamatan Air Batu.

Lembu hasil curian tersebut dijual ke penadah dengan harga lima juta rupiah per ekornya.

“Atas kasus ini kami sedang melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya termasuk penadah ternak curian tersebut,” tambah Khomaini sembari mengimbau warga apabila pernah menjadi korban pencurian ternak segera melaporkan ke Sat Reskrim Polres Asahan. (rm-04)

portal berita medan
informatif & terpercaya