Ilustrasi
Ilustrasi

Kemenkes Keluarkan Lima Imbauan Soal Vaksin Palsu

rakyatmedan.com
Kasus peredaran vaksin palsu yang dibikin pasangan suami istri di Bekasi, Jawa Barat, membuat gusar masyarakat. Pasalnya, selain beredar di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, vaksin palsu juga menyebar ke Pulau Sumatra.
Diketahui, ada lima jenis vaksin yang dipalsukan: vaksin BCG, Campak, Polio, Hepatitis B dan Tetanus Toksoid.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengeluarkan lima imbauan kepada masyarakat.
"Kami mengimbau agar masyarakat memeriksa kembali pembelian vaksin BCG, Campak, Polio, Hepatitis B dan Tetanus Toksoid di rumah sakit atau klinik masing-masing," sebut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Mohamad Sabar, dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6).
Sabar meminta masyarakat tidak menggunakan vaksin jika sumber pembelian vaksin diragukan. Masyarakat juga diharapkan membeli vaksin melalui distributor resmi PT Biofarma atau menggunakan vaksin yang tersedia di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan puskesmas.
"Memantau dan segera melaporkan ke Dinas Kesehatan atau Balai POM setempat apabila ada vaksin yang diragukan," imbuhnya.
Terakhir, masyarakat juga diimbau memantau dan melaporkan bila ada laporan orangtua pasien yang melaporkan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) karena vaksin palsu. Sabar mengatakan Kemenkes mendukung upaya hukum kepada pihak-pihak yang terlibat kasus pemalsuan vaksin.
Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap J, pemilik toko Azca Medical di Bekasi. Dari keterangan J, penyidikan mengarah ke tiga tempat yang diduga tempat peracikan vaksin palsu, yakni di Jalan Serma Hasyim, Bekasi Timur; Puri Hijau Bintaro; dan Kemang Regency.
Selain pasangan suami istri pembuat vaksin palsu Hidayat dan Rita, polisi menangkap delapan orang. Barang bukti yang disita 195 bungkus vaksin Hepatitis B, 221 botol vaksin Pediacel, 364 botol pelarut vaksin campak kering, 81 bungkus vaksin penetes polio, 55 bungkus vaksin Anti-Snake, dokumen penjualan vaksin, bahan baku vaksin, dan alat pres penutup botol.

mtv

Portal berita medan informatif & terpercaya