Kapolri Instruksikan Bareskrim Deteksi Vaksin Palsu di Seluruh Indonesia

1876
Seorang bidan menunjukkan vaksin campak dan vaksin bcg yang asli di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta. (ant: Rossa Panggabean)
Seorang bidan menunjukkan vaksin campak dan vaksin bcg yang asli di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta. (ant: Rossa Panggabean)

Kapolri Instruksikan Bareskrim Deteksi Vaksin Palsu di Seluruh Indonesia

rakyatmedan.com
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memerintahkan Kabareskrim Irjen Ari Dono melakukan pendeteksian maksimal penyebaran vaksin palsu. Jika ditemukan adanya vaksin palsu, agar segera melakukan upaya hukum.
“Kabareskrim kemudian instruksikan ke penyidik seluruh Indonesia untuk melakukan pendeteksian secara maksimal terhadap data yang diperoleh dari penyidikan,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/6).
Kabareskrim juga meminta penyidik bekerjasama dengan Satgas Penanganan Vaksin Palsu sesuai dengan keahliannya. “Dengan bekerjasama akan lebih efektif. Kalau dari penyidik saja, hanya upaya penegakan hukum,” ungkap Boy.
Sedangkan upaya pendampingan dan pemantauan peredaran vaksin palsu akan terus dilakukan kepolisian besama Kementerian Kesehatan. “Dari sisi mekanisme distribusi vaksin, tentu Kemenkes punya akses yang lebih luas dan cepat,” ungkap Boy.
Terbongkarnya jaringan produsen vaksin palsu membuat Polri, Kemenkes, dan instasi terkait membentuk satgas penanganan vaksin palsu. Satgas ini bertugas melakukan penegakan hukum, pencegahan, dan antisipasi vaksin palsu.
Saat ini, polisi telah menahan 16 tersangka yang terdiri dari produsen, distributor, dan kurir vaksin palsu. Seluruh tersangka bakal dijerat dengan UU Kesehatan, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

mtv

Portal berita medan informatif & terpercaya