Ilustrasi-Toyota Prius
Ilustrasi-Toyota Prius

Toyota Tarik 3,37 Juta Kendaraan
rakyatmedan.com
Toyota mengumumkan penarikan 3,37 juta kendaraan yang cacat secara global, Rabu (29/6). Ini merupakan pukulan terbaru bagi industri mobil Jepang yang sebelumnya sudah terkena skandal efisiensi bahan bakar dan krisis airbag yang meledak.
Model yang paling terpengaruh termasuk Prius hibrid, sedan Corolla, dan merek mewah Lexus. Sebagian besar kendaraan dijual di Jepang, Amerika Utara, dan Eropa.
Toyota menyatakan, sekitar setengah dari kendaraan yang ditarik dibuat antara 2008 dan 2012. Mobil-mobil ini memiliki masalah pada kantong udara penumpang dan supir, yang hanya bisa mengembang sebagian bisa menimbulkan cedera.
Toyota menyatakan, airbag dimaksud tidak dibuat oleh raksasa produsen suku cadang mobil Jepang Takata, yang terlibat dalam skandal airbag cacat dan terkait dengan setidaknya 13 kematian serta puluhan luka-luka di seluruh dunia.
Toyota menambahkan, masalah lainnya terkait dengan masalah unit kontrol emisi bahan bakar yang dapat menyebabkan retakan di unit dimaksud.
"Lama-lama retakan bisa melebar, bahan bakar dapat bocor dari retakan ini ketika kendaraan dalam keadaan tangki penuh," kata Toyota.
Perseroan menambahkan belum ada laporan kecelakaan atau cedera terkait kecacatan pada kendaraan-kendaraan tersebut.
Sebanyak 2,87 juta Toyota dan Lexus ditarik karena cacat tangki bahan bakar. Toyota menyatakan sebagian ditarik karena kedua masalah tersebut.
Pabrikan mobil terbesar dunia ini memproyeksikan ekstra anggaran 150 miliar yen (US$ 1,46 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2017. Industri otomotif Jepang telah terguncang oleh krisis Takata dan skandal efisiensi bahan bakar yang melibatkan Mitsubishi Motors serta Suzuki.
Dalam beberapa tahun terakhir, produsen-produsen mobil utama Jepang dipaksa untuk menarik jutaan kendaraan karena berbagai cacat. Toyota di antara lebih dari selusin perusahaan mobil yang terlibat dalam penarikan pada lebih dari 100 juta airbag Takata di seluruh dunia.
Takata menghadapi tuntutan hukum, investigasi, dan biaya kompensasi besar atas cacat yang dapat melesatkan logam dan pecahan peluru plastik dari tabung pengembang airbag menuju pengemudi dan penumpang ketika digunakan. Sedikitnya 13 orang tewas dalam kecelakaan terkait dengan cacat dan lebih banyak yang terluka.

afp

Portal berita medan informatif & terpercaya