SIDAK PASAR. Mewakili Ketua TPID Langkat dr H Indra Salahudin, Staf Ahli Bupati Langkat bidang Ekonomi Ir Washington Ginting memimpin sidak ke sejumlah pasar tradisional di Langkat, Kamis (29/6). (rakyatmedan.com | Reza)
SIDAK PASAR. Mewakili Ketua TPID Langkat dr H Indra Salahudin, Staf Ahli Bupati Langkat bidang Ekonomi Ir Washington Ginting memimpin sidak ke sejumlah pasar tradisional di Langkat, Kamis (29/6). (rakyatmedan.com | Reza)

Pemkab Langkat Sidak ke Pasar Tradisional
Langkat | rakyatmedan
Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Langkat, melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional, seperti ke pasar tradisionil di Kecamatan Kuala, Kamis (30/6). Sidak tersebut untuk mengantisipasi melambungnya harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1437 H.
Mewakili Ketua TPID Langkat dr H Indra Salahudin, Staf Ahli Bupati Langkat bidang Ekonomi Ir Washington Ginting memimpin sidak didampingi Sekretaris TPID Langkat H Sutrisuanto bersama dengan pengurus TPID Langkat lainnya, di antaranya Ir Aman Purba dari Kabid Ketahanan Pangan, Kasubag Pameran dan Penertiban Humas & Informasi Langkat Sukiman, serta Kodir SSos, selaku Kasi Evaluasi Diskanla Langkat.
“Kita ketahui saat ini, kebutuhan menjelang Idul Fitri biasanya semakin meningkat karena faktor minat pembeli yang akan memenuhi pasar-pasar tradisional, termasuk ke supermarket,” kata Wasington.
Karena itu, untuk mengantisipasinya, TPID Langkat turun ke lapangan dengan melakukan sidak. Dijelaskan Washington, selain mengantisipasi melambungnya kenaikan harga, sidak juga bertujuan untuk mengetahui sejauhmana ketersediaan kebutuhan bahan pokok di Langkat yang sampai Idul Fitri masih tersedia.
Sekretaris TPID Langkat yang juga Kabag Perekonomian Langkat H Sutrisuanto menjelaskan, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan daging masih dalam batas wajar, tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Tidak hanya itu, stok ketersediaan juga aman sampai Idul Fitri 1437 H yang tinggal menyisakan beberapa hari lagi. Mengenai keamanan kualitas makanan, Sutris mengatakan, TPID Langkat dibantu dengan tenaga ahli Dinas Kesehatan Langkat melakukan tes uji Kwalitatif untuk mengetes kelayakan makanan untuk diperjual belikan.
“Kita tidak ingin ada konsumen atau pembeli yang merasa dirugikan karena makanan yang tidak layak diperjual belikan di pasar-pasar tradisional atau supermarket” kata Ansyahri, selaku Kabid Yankes.
Sementara itu diketahui, harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Kuala, seperti beras kuku balam seharga Rp11.000 per Kg, beras jongkong IR 64 Rp17.500 per kg, gula pasir Rp17.500 per kg, minyak goreng curah kuning Rp10.000 per kg, minyak goreng kemasan bimoli Rp14.000 per bungkus, daging sapi murni Rp120.000 per kg, daging ayam boiler Rp33.000 per kg, dan ayam kampung Rp45.000 per kg.
Kemudian cabai merah keriting Rp26.000 per kg, cabe rawit Rp16.000 per kg, tomat Rp6.000 per kg, kacang tanah Rp26.000 per kg, bawang merah lokal Rp30.000 per kg, dan bawang putih Rp28.000 per kg.
Untuk diketahui, selama tiga hari berturut-turut, TPID Langkat akan melakukan sidak dan operasi pasar di pasar-pasar tradisional lainnya yaitu hari Kamis tanggal 30 Juni 2016 di pasar tradisional Kecamatan Babalan dan hari Jumat tanggal 1 Juli 2016 di pasar tradisional Kecamatan Stabat. (rm-08)

portal berita medan
informatif
& terpercaya