Ledakan yang terjadi di dekat Masjid Nabawi di Madinah (Foto: Twitter/Rediff)
Ledakan yang terjadi di dekat Masjid Nabawi di Madinah (Foto: Twitter/Rediff)

WNI di Arab Saudi Diimbau Waspada Terkait Serangkaian Bom Bunuh Diri

rakyatmedan.com
Bom bunuh diri meledak di dekat Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah pun mengeluarkan imbauan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Arab Saudi.
Staf KJRI di Jeddah, Rachmat Aming meminta WNI tetap tenang dalam menyikapi insiden ledakan di dekat Masjid Nabawi. WNI juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan keamanan pribadi dan keluarga pada kejadian serupa.
"WNI juga diimbau tetap membawa identitas, paspor atau yang lainnya ketika bepergian," kata Rachmat, Selasa (5/7).
Dari pesan imbauan yang disebar KJRI, WNI di Arab Saudi juga diminta untuk terus memantau perkembangan situasi keamanan dari berbagai sumber pemberitaan. Serta, menghindari daerah atau wilayah yang berpotensi membahayakan keamanan. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, juga akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi.
Apabila terdapat informasi atau hal lainnya terkait perkembangan situasi keamanan di mana WNI tinggal, warga dapat menyampaikannya melalui Hotline KBRI Riyadh +966598881945 dan Hotline KJRI Jeddah +966581781945.
Serangan bom bunuh diri di dekat Masjid Nabawi menyentak. Bom meledak saat umat muslim berbuka puasa. Lima orang dilaporkan tewas akibat bom bunuh diri itu. Empat orang yang tewas merupakan petugas keamanan masjid, sementara satu lainnya diduga kuat pelaku bom bunuh diri.
Selain di dekat Masjid Nabawi, bom juga meledak sebelumnya di Qatif, kota bagian timur Arab Saudi. Kota Qatif merupakan tempat bagi banyak minoritas Muslim Syiah. Belum ada informasi resmi terkait korban jiwa akibat ledakan di Qatif.
Bom juga meledak di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat di Jeddah. Media Sabq News menegaskan bahwa pelaku serangan tewas dalam kejadian ini. Sementara dua orang penjaga terluka akibat imbas dari ledakan.
Tetapi, tidak ada satu pun diplomat atau staf dari Konsulat AS yang menjadi korban. Saat kejadian berlangsung, seluruh pekerja konsulat sudah pindah kantor ke gedung lain.
Hingga saat ini, otoritas setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait siapa yang bertanggung jawab terhadap rentetan ledakan bom di Arab Saudi. Rachmat menyebut, beberapa pengamat di media setempat menyatakan kalau ISIS ada di balik serangkaian serangan bom di Arab Saudi pada dua hari jelang Idul Fitri 1437 Hijriyah.

mtv
portal berita medan
informatif & terpercaya