Kenaikan Tarif Listrik Bagi Industri Sangat Kontraproduktif
Kenaikan Tarif Listrik Bagi Industri Sangat Kontraproduktif

Kenaikan Tarif Listrik Bagi Industri Sangat Kontra Produktif

rakyatmedan.com

Kenaikantarif listrik industri oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai awal bulanini sangat kontraproduktif terhadap upaya industrialisasi yang tengah diusung pemerintah.

“Mengacupada paket kebijakan ekonomi jilid III yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo(Jokowi), peran energi harus menopang pertumbuhan ekonomi. Energi itu harusmendorong kegiatan industri, bukannya digunakan untuk mencari keuntungan,” kataMenteri Perindustrian, Saleh Husin kepada pers di Jakarta, Jumat (3/6).

Salehmenilai, ketika harga energi lebih kompetitif, efek multiplayer akan tercipta,seperti peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sebelum investor asing masuk,tentunya melihat dulu seperti apa insentif yang diberikan pemerintah untukmendorong sektor industri.

“Kenaikan tarif listrik sangatmemberatkan sektor industri, diskon yang sebelumya diberikan oleh PLN sampaisaat ini tidak terealisasi,” papar dia.

Sepertidiketahui, muali 1 Juni lalu, PLN menaikkan tarif listrik untuk 12 golongan yang telahterkena tarif penyesuaian. Tercatat, untuk golongan tarif rumah tangga kecil(R-1) daya 1.300-2.200 Volt Ampere (VA), rumah tangga sedang (R-2) 3.500-5.500VA, dan rumah tangga besar (R-3) 6.600 VA ke atas naik Rp12 per kWh dari 1.353pada Mei menjadi 1.365 per kWh pada Juni. Portal Berita Medan Informatif dan Terpecaya(rm/01)