Kapolda Sumut Irjen Raden Budi Winarso (bertopi) menjenguk Aiptu Jhonson Hutajulu dan Bripka Rumapea di RSUP Haji Adam Malik, Medan, Senin (11/7).
Kapolda Sumut Irjen Raden Budi Winarso (bertopi) menjenguk Aiptu Jhonson Hutajulu dan Bripka Rumapea di RSUP Haji Adam Malik, Medan, Senin (11/7).

Kapolda Sumut Jenguk Dua Polisi Korban Penembakan

Medan | rakyatmedan.com
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Raden Budi Winarso menjenguk Aiptu Jhonson Hutajulu dan Bripka Rumapea di RSUP Haji Adam Malik, Medan, Senin (11/7). Keduanya merupakan anggota polisi yang tertembak kawanan pembobol rumah Kasubdit IV Intel Polda Sumut AKBP Ahyan.
Dalam kunjungannya tersebut, didampingi Wakapolda Brigjen Adhi Prawoto, Irwasda, beberapa pejabat utama Polda Sumut, Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, dan juga Ketua Bhayangkari Cabang Medan Nyonya Mardiaz.
"Ini merupakan suatu bukti pengabdian Polri Kepada masyarakat untuk ciptakan rasa aman dan tentram," ujar Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi juga memberikan semangat kepada personel dan keluarganya. Mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini juga memberikan santunan untuk kedua personel yang bertugas di Polresta Medan.
"Musibah ini merupakan suatu risiko tugas sebagai anggota Polri," imbuh Budi.
Aiptu Jhonson dan Bripka Rumapea merupakan personel Polresta Medan. Mereka tertembak saat akan meringkus pelaku pembobolan dan pencurian rumah Kasubdit IV Intel Polda Sumut AKBP Ahyan pada Jumat, 8 Juli 2016.
Dalam aksinya tersebut, pelaku membawa kabur satu unit Toyota Fortuner BK 70 A milik AKBP Ahyan, perhiasan senilai Rp500 juta, satu sertifikat tanah dan empat surat kepemilikan rumah, tiga buah BPKB dan satu buah senjata api jenis pistol karet merek Baretta Valtro cal 9 mm. Senjata tersebutlah yang digunakan pelaku untuk menembak personel Polresta Medan.
Dua pelaku ditangkap, yakni, Madan Syahputra (18), warga Jalan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia, dan ‎Gagah Suhendra (28), warga Jalan Vanila I, Perumnas Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan.
Salah seorang pelaku, Madan Syahputra tewas setelah sempat mendapatkan perawatan karena luka tembak di bagian dada. Selain para pelaku, petugas juga menyita dua penadah barang curian. Kedua penadah M Idansyah Hasibuan (35), warga Jalan Roso Melati V, dan Andri Syahputra (26), warga Jalan Pancur Batu.‎
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembobolan dan pencurian lainnya.

mtv
portal berita medan
informatif & terpercaya