Jenazah Diduga Santoso Dibawa ke RS Bhayangkara Palu

99
Kapolda Sulteng Brigjen Rudy Sufahriadi. Foto: Metrosulawesi.com
Kapolda Sulteng Brigjen Rudy Sufahriadi. (Foto: Metrosulawesi.com)

Jenazah Diduga Santoso Dibawa ke RS Bhayangkara Palu

rakyatmedan.com
Jenazah diduga Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Santoso, akan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah. Santoso diduga tertembak mati saat kontak senjata antara Satgas Tinombala dengan lima orang diduga anggota kelompok Santoso, di wilayah Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah, pukul 18.30 WITA.
“Untuk sementara akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu, karena keluarga Santoso juga berada di Sulawesi Tengah,” ujar Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Senin (18/7).
Rudy menambahkan, jenazah diduga Santoso akan tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu pada Selasa (19/7).  Pengiriman jenazah terkendala medan yang berat.
“Lewat jalur darat, jalur udara tidak bisa karena sudah malam. Medannya berat, kemungkinan siang atau sore sampai ke pinggir jalan besar,” imbuh Rudy.
Untuk kepentingan identifikasi, jenazah diduga Santoso akan dikirim ke Jakarta untuk pengecekan DNA. Upaya itu dilakukan untuk memastikan jenazah adalah Santoso. “Cek DNA akan dikirim ke Jakarta,” pungkas dia.
Satgas Tinombala dengan sandi Alfa 29 melaporkan bahwa mereka terlibat kontak senjata selama setengah jam sejak pukul 17.00 WITA di wilayah Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah.
“Dua orang meninggal dunia, lelaki dan perempuan, dan kami mengamankan satu pucuk senjata M-16,” demikian dilaporkan Alfa 29.
Lelaki yang tertembak berjenggot dan bertahi lalat diduga adalah Santoso. Sedangkan satu jenazah perempuan belum dikenali. Adapun tiga lainnya, yakni dua perempuan dan satu lelaki melarikan diri. Yang perempuan diduga lari ke barat dan lelaki ke selatan.
Sementara itu, empat personel Alfa 29 mengamankan TKP, jenazah, dan barang bukti. Lima lainnya mengejar.
Wakapolda Sulteng Kombes Leo Bonalupis membenarkan adanya kontak senjata itu. “Patut diduga kuat yang tertembak Santoso,” kata dia saat dihubungi Metrotvnews.com.
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto membenarkan ada kontak senjata. Namun, dia belum bisa memastikan berapa jumlah korban dan identitasnya.
“Benar ada kontak tembak dan ada korban dari pihak mereka. Tapi untuk jumlah, korban, dan kondisi belum diketahui. Tim masih bekerja,” ujar dia.

mtv
portal berita medan
informatif & terpercaya