Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Gubernur BI Agus Martowardojo (kanan) (Foto Ant: Sigid Kurniawan)
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Gubernur BI Agus Martowardojo (kanan) (Foto Ant: Sigid Kurniawan)

Pemerintah Ubah Nilai Tukar ke Rp13.300-Rp13.600/USD di RAPBN 2017

rakyatmedan.com
Pemerintah mengubah asumsi makroekonomi untuk kurs rupiah dari awalnya Rp13.300 per USD sampai dengan Rp13.900 per USD menjadi di Rp13.300 per USD sampai dengan Rp13.600 per USD. Perubahan ini sejalan dengan permintaan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, atas usulan Komisi XI DPR RI maka pemerintah mengubah asumsi makroekonomi untuk kurs rupiah menjadi Rp13.300 per USD sampai dengan Rp13.600 per USD. Hal itu juga seiring dengan pemberlakuan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.
"Ini untuk menjawab pertanyaan mengapa asumsi rupiah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berbeda. Dengan kondisi terakhir dalam artian adanya kebijakan pengampunan pajak, maka asumsi kurs menjadi Rp13.300 per USD sampai dengan Rp13.600 per USD," kata Bambang, saat rapat tentang asumsi makro RAPBN 2017, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/7).
Selain itu, lanjut Bambang, pemerintah juga melakukan revisi terhadap range pertumbuhan ekonomi. Jika sebelumnya diusulkan di kisaran 5,3 persen sampai dengan 5,9 persen maka pertumbuhan ekonomi di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 menjadi di 5,3 persen sampai dengan 5,6 persen.
"Kami melihat dengan tahun depan kondisi tidak berbeda jauh di tahun ini alias tidak ada dampak dari ekonomi global. Kalau minyak dunia naik paling rendah, harga komoditas ada gejala naik tapi relatif kecil, kesimpulannya tidak ada kondisi berbeda di ekonomi global," tutur Bambang.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Agus Martowardojo menambahkan, pemerintah sudah mendapatkan persetujuan untuk pengampunan pajak diberlakukan oleh DPR RI. Persetujuan itu membuat situasi dan kondisi ekonomi menjadi lebih positif, tercermin dari capital inflow yang masuk di Indonesia terbilang besar sekarang ini.
"Sampai 15 Juli 2016 kemarin dana year to date yang masuk ke Indonesia dari luar negeri untuk surat berharga, obligasi korporasi, dan pasar modal mencapai Rp110 triliun. Sedangkan di 2015 hanya Rp55 triliun (capital inflow). Kami melihat besarnya dana yang masuk ke Indonesia menunjukkan kepercayaan dari investor ke Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia," pungkasnya.

mtv
portal berita medan
informatif
& terpercaya