Hiswana Migas dan Pertamina Dituding Pelihara Tumpangtindih Pangkalan Gas

39

Hiswana Migas dan Pertamina Dituding Pelihara Tumpangtindih Pangkalan Gas

Medan | rakyatmedan.com
Pihak Hiswana Migas dan Pertamina dituding membiarkan menjamurnya tumpangtindih pangkalan gas 3 Kg dalam setiap lingkungan, akibatnya akan berdampak adanya penyelewengan barang subsidi tersebut serta adanya persaingan yang tak sehat.
Demikian ditegaskan Surianto selaku Ketua DPW Forum Rakyat Bersatu devisi gas pada wartawan di sekretariatnya di Gang Argo Lingkungan 2 Pasar 2 Barat Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Jumat (22/7).
Surianto juga membeberkan sejumlah pangkalan yang tumpangtindih tanpa ada tindakan tegas dari pihak Hiswana Migas maupun pertamina. Diantaranya berada di Lingkungan 2 Kelurahan Terjun, Lingkungan 1 Kelurahan Rengas Pulau, pangkalan gas di pasar 4 Timur, Pasar 1 Tengah Kelurahan Tanah 600, serta di daerah lainnya diluar kecanatan Medan Marelan.
Diduga pendirian pangkalan gas tumpangtindih terindikasi adanya permainan Hiswanamigas dan Pertamina, sebab lemahnya pengawasan terhadap pangkalan itu sendiri apalagi mudahnya pendirian pangkalan ganda di Lingkungan tanpa uji kelayakan dari pihak Hiswana Migas dan Pertamina. Dan disebut-sebut untuk memuluskan pendirian 1 pangkalan gas tumpangtindih saja menyetor Rp50 juta.
Seharusnya sesuai PP No. 104 tahun 2007 bahwa mekanisme pelaksanaan pendiatribusian gas elpiji 3 Kg telah ditetapkan sebagai acuan agar tak terjadi gejolak sosial bagi pangkalan gas dan agen serta konsumen.
“Kita telah menyurati pihak Kelurahan Terjun Marelan agar adanya tumpangtindih pangkalan gas tersebut dapat ditertibkan serta pihak Forum Rakyat
Bersatu akan menyurati instana terkait yakni Hiswanamigas, Pertamina Medan, Pemko Medan, Gubsu dan Kapolda serta ditembuskan ke Menteri ESDM dan Presiden,” tegas Surianto.
Lebih lanjut Surianto mengatakan, bila masalah tumpangtindih pangkalan gas ini tak juga diatasi, maka pemilik pangkalan ramai-ramai membawa tabung gas ke kantor Hiswana Migas untuk membuka pangkalan gas, karena tak ada lagi tempat untuk cari nafkah guna menutupi kebutuhan keluarga di lingkungannya sendiri. Dan dikhawatirkan tumpangtindih pangkalan gas ini akan berdampak adanya penyelewengan barang subsidi.
Solusinya, harus dibuat pemetaan dan ditata ulang kembali pangkalan pangkalan agar masyarakat konsumen maupun pemilik pangkalan tak resah.
Sebelumnya, Ketua Forum Rakyat Bersatu devisi Migas telah mengkonfirmasi salah seorang Sales Region Doni menegaskan sudah tutup kran
pendirian pangkalan khususnya di Kota Medan, akan tetapi nyatanya saat ini malah menjamur tumbuh pangkalan gas 3 Kg tersebut, cetus Surianto. (rm-09)

portal berita medan
informatif & terpercaya