Kelas karyawan pancabudi  
Ilustrasi-penangkapan polisi gadungan
Ilustrasi-penangkapan polisi gadungan.


Atlet Panah Kena Peras Polisi Gadungan
rakyatmedan.com
Atlet panahan, Muhammad Faaiz Alwan (19), menjadi korban pemerasan polisi gadungan.  Ia dituduh membawa narkoba oleh polisi gadungan tersebut. Lalu, polisi itu memeras korban agar kasus tidak berlanjut.
“Para pelaku yang mengaku sebagai anggota Polri melakukan penggeledahan dan berpura-pura mendapatkan narkoba. Kemudian, polisi gadungan itu  melakukan pemerasan agar kasus tidak dilanjutkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung di Jakarta, Selasa (26/7).
Polisi berhasil menangkap empat dari lima polisi gadungan itu. Diantaranya, Jacobus Sianturi alias lae (32), Ahmad Firdaus (18), Edi Gunawan alias Jawa (29), Yudi Sugalih (41) dan Heru yang masih menjadi DPO.
Kejadian bermula tanggal 18 Juli, korban memasuki taksi diikuti lima tersangka yang memaksa masuk dengan korban. hal itu terjadi pada pukul 04.10 Wib di depan Pintu Selatan Keluar Stasiun KA Senen Jakarta Pusat.
“Tersangka kemudian memaksa mengancam saksi Ahmad Dhani (supir taksi) untuk menjalankan mobilnya,” jelasnya.
Pelaku lalu menuduh korban membawa narkoba dan mengancam akan memproses ke kantor polisi. Korban diperas agar kasus tidak berlanjut.
“Jacobus Sianturi dan Ahmad Firdaus secara bergantian menuduh korban membawa narkoba sambil mengancam menggunakan alat setrum listrik,” tuturnya.
Karena takut, Korban menyerahkan uang dan beberapa barang pribadinya.
“Karena takut, maka korban menyerahkan uang Rp52.000, satu unit HP Evercoss warna hitam, satu unit HP merk Nokia type 1600,” ujar tahan.
Keempat pelaku berhasil dicokok di kawasan Jakarta Pusat, Senin (25/7) sore. Sedangkan Heru masih dalam pengejaran polisi.

rn
portal berita medan
informatif & terpercaya