Gedung Putih Berduka atas Penusukan Massal di Jepang

59
Polisi bersiaga di pusat penyandang disabilitas Tsukui Yamayuri En di Sagamihara, Jepang, Selasa (26/7). (Foto: AFP/Toshifumi Kitamura)
Polisi bersiaga di pusat penyandang disabilitas Tsukui Yamayuri En di Sagamihara, Jepang, Selasa (26/7). (Foto: AFP/Toshifumi Kitamura)

Gedung Putih Berduka atas Penusukan Massal di Jepang

rakyatmedan.com
Amerika Serikat (AS) turut berduka atas kasus penusukan massal di fasilitas bagi penyandang disabilitas di Jepang.
Sedikitnya 19 orang dan 25 lainnya terluka dalam kasus penusukan massal di fasilitas yang terletak di luar Tokyo tersebut, Selasa (26/7).
“AS menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban tewas dalam serangan mengerikan di Sagamihara, Jepang,” ujar jurubicara Gedung Putih, Ned Price.
Price menambahkan karena dilakukan di fasilitas untuk orang berkebutuhan khusus, maka serangan ini masuk kategori menjijikkan dan tidak masuk akal.
“Kami berharap kesembuhan bagi puluhan korban luka. AS mendukung penuh sahabat-sahabat kami di Jepang yang sedang berduka,” sambung dia.
Menurut laporan staf, seorang pria memasuki fasilitas Tsukui Yamayuri En.
Setelah beraksi, kemudian pelaku pergi ke kantor polisi dan langsung menyerahkan diri. “Saya melakukannya,” ucap pria tersebut di kantor polisi setempat.
Media lokal Jepang memberikan pria itu merupakan Satoshi Uematsu, mantan pegawai yang dipecat dari fasilitas tersebut. Uematsu juga dilaporkan sempat membuat sebuah ancaman untuk membunuh ratusan penyandang disabilitas.
“Semua penyandang disabilitas harus dilenyapkan,” lapor laporan beberapa media Jepang, mengutip ucapan pria 26 tahun tersebut.
Jepang adalah salah satu negara berkembang dengan tingkat kejahatan brutal terendah. Kasus penusukan massal ini diyakini sebagai yang terburuk di Jepang sejak 1938, saat seorang pria yang membawa kapak, pedang dan senapan, mengamuk dan menewaskan 30 orang.

time
portal berita medan
informatif & terpercaya