Lima Terdakwa Penyelundupan Sabu 25 Kg Diadili

33
Lima terdakwa penyelundupan sabu saat menjalani sidang.
Lima terdakwa penyelundupan sabu saat menjalani sidang.

Lima Terdakwa Penyelundupan Sabu 25 Kg Diadili

Medan | rakyatmedan.com
Lima terdakwa kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (27/7).
Kelima terdakwa masing-masing Roy E.F. Bangun alias Roy, Hairul Amri Harahap, Fransa Alfredo Barus, Sario alias Muslim, dan Dedy Kurniawan Sihombing alias Buyung.
Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Chandra, di ruang Cakra VI PN Medan, pada Minggu 21 Juli, Roy dihubungi Amri Harahap alias Amri (DPO) dan Zulham Amirullah alias Zulham (DPO) untuk mengambil paket narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram yang dibawa Irul dari Dumai, Riau, dengan tujuan Terminal Pool Bus CV Makmur, Jalan SM Raja, Medan Amplas.
Setelah sampai tujuan, sabu seberat 20 kilogram diserahkan ke Dedy untuk diserahkan kepada Koko (DPO). Kemudian, Muslim ditugaskan menyerahkan sisa sabu seberat 5 kilogram kepada seseorang di Pasar Petisah Medan. Roy memerintahkan Frans mengambil sabu sendirian di Terminal Pool Bus CV Makmur. Sementara Roy mengikuti dari belakang dengan mengendarai sepeda motor.
Sesampainya di Terminal Pool Bus CV Makmur, Frans dan Irul memasukkan dua karung goni berisi 25 kilogram sabu ke dalam mobil. Namun, baru 15 meter keluar dari dari terminal, petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) langsung meringkus Frans dan Irul.
Petugas kemudian menangkap Dedy di rumahnya, di Asam Kumbang Kelurahan Flamboyan Raya. Tak lama, petugas menangkap Roy dan Muslim di Pasar Aksara Medan. Belakangan diketahui penyeludupan sabu itu dikendalikan bandar sabu bernama Toge alias Tony pada saat menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II A Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
“Atas perbuataannya, kelima terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan.
Dalam persidangan itu, penasehat hukum terdakwa, Amri, mengaku tidak menyampaikan eksepsi atas dakwaan jaksa. Sehingga, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan JPU. (rm-05)

portal berita medan
informatif & terpercaya