Sidang hanya dihadiri dua hakim. (foto mtv)
Sidang hanya dihadiri dua hakim. (foto mtv)

Sidang Dihadiri dua Hakim, KY Tegur PN Medan

Medan | rakyatmedan.com
Persidangan kasus penipuan yang digelar di Pengadilan Negeri Medan hanya dihadiri dua hakim, yakni Jamaluddin (ketua) dan Morgan Simanjuntak (anggota). Jalannya persidangan itu langsung disoroti Komisi Yudisial (KY).
"Di Pasal 11 ayat (1) dan (2) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman diatur bahwa pengadilan memeriksa, mengadili, dan memutus perkara dengan susunan majelis sekurang-kurangnya tiga hakim dan tak boleh genap," kata Jurubicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi, Kamis (28/7).
Farid Wajdi mengatakan, persidangan yang dihadiri dua hakim dinilai meruntuhkan martabat. Atas dasar itu, KY akan menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran itu.
"Kami juga akan menegur hakim yang melarang media meliput sidang itu. Apalagi sampai menyuruh menghapus foto," ujarnya.
Humas Pengadilan Tinggi (PT) Medan, Bantu Ginting, mengatakan, sesuai aturan, jumlah hakim yang menyidangkan perkara harus ganjil.
"Kalau satu hakim anggota tidak datang, lapor ke ketua pengadilan. Jangan sembarangan. Kelihatannya memang sepele, tapi itu menyangkut hak orang lain," bebernya.
Sebelumnya, sidang dugaan penipuan yang berlangsung di Ruang Tirta Pengadilan Negeri Medan, Rabu 20 Juli hanya dijalankan oleh dua hakim, yakni Jamaluddin dan beranggotakan Morgan. Sidang dihadiri panitera pengganti Yusman Harefa.
Persidangan awalnya berjalan lancar. Jaksa Penuntut Umum Maswarni serius melontarkan pertanyaan kepada terdakwa. Namun, setelah sejumlah wartawan mengabadikan persidangan itu, mendadak majelis hakim menskors persidangan.
Jamaluddin yang terusik lantas memanggil wartawan dan merampas ponsel wartawan serta memintanya menghapus sejumlah gambar.

mtv
portal berita medan
informatif & terpercaya