Ternyata ini permasalahannya, Perusakan Tempat Ibadah di Tanjung Balai …..

439
Kerusuhan di Tanjungbalai/
Kerusuhan di Tanjungbalai/

Tanjung Balai | rakyatmedan.com – Sebanyak delapan wihara yang berada di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara dirusak warga pada Jumat malam 29 Juli.

Perusakan itu diduga lantaran umat agama tertentu merasa tersinggung terhadap seorang warga yang protes terhadap kegiatan ibadah di tempat ibadah di Jalan Karya, Tanjung Balai.

Tak berapa lama setelah aksi protes tersebut, beberapa pengurus tempat ibadah masjid mendatangi rumah warga untuk membicarakan soal protes yang dilakukannya.

“Karena suasana pada saat itu sudah agak memanas, maka warga tersebut dan suaminya diamankan ke Polsek Tanjung Balai Selatan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari.

Namun, karena dipicu postingan seorang netizen yang menyebutkan tentang sikap protes aktivitas agama tersebut, beberapa kelompok masyarakat di Tanjung Balai kemudian berkumpul dan mendatangi rumah pelaku.

Massa sempat membubarkan diri, namun karena masih tersulut emosi mereka kembali ke rumah pelaku dan ingin membakar rumahnya. Beruntung aksi tersebut tak dilakukan.

“Karena massa sudah semakin banyak dan semakin emosi, selanjutnya massa bergerak menuju Wihara Juanda yang berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Karya lalu. Massa berupaya membakar wihara namun dihadang oleh personel Polres Tanjung Balai. Lalu dilakukan pelemparan dengan menggunakan batu sehingga vihara tersebut mengalami kerusahan,” beber Rina.

Tidak berhenti disitu saja, massa yang semakin emosi kemudian mendatangi wihara lain di kota Tanjung Balai. Akibat kerusuhan itu, setidaknya delapan wihara dilaporkan dirusak warga.

Oke
portal berita medan
informatif & terpercaya