Kronologi Penyerangan Mapolres Tanah Karo

119
Warga yang ditangkap polisi usai bentrokan. (foto: mtv)
Warga yang ditangkap polisi usai bentrokan. (foto: mtv)

Kronologi Penyerangan Mapolres Tanah Karo
Tanah Karo | rakyatmedan.com
Markas Polres Tanah Karo, Kabupaten Karo, diserang ratusan warga dari Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (29/7).
Mereka melempari mapolres dengan batu. Penyerangan berhenti setelah polisi meletuskan tembakan peringatan dan gas air mata. Satu tewas dan satu lagi kritis dalam peristiwa ini.
Lalu apa yang memicu kerusuhan ini? Berikut kronologi yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB):

– Pukul 12.30 WIB, Pemkab Karo melalui pengembang hendak menyiapkan lahan Relokasi Mandiri Tahap II untuk para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Tahap awal, pengembang membongkar pagar penghalang sepanjang 150 meter dengan menggunakan ekskavator. Pagar itu ternyata dipasang warga Desa Lingga. Warga membangun pagar karena mengklaim lahan itu adalah jalan pintas menuju Desa Lingga.

– Pukul 14.20 WIB, pembongkaran pagar selesai. Situasi aman dan kondusif.

– Pukul 14.30 WIB, Sekretaris Desa Lingga Lotta Sinulingga, memprotes pembongkaran pagar ke petugas yang berada di tenda Pos Polisi tak jauh dari lokasi.

– Pukul 14.45 WIB, sekitar 150 warga Desa Lingga yang terdiri dari ibu-ibu dan lelaki dewasa memblokir jalan umum di depan tenda Pos Polisi. Pemblokiran ini mengakibatkan Jalan Kabanjahe, Simpang Empat, macet total.

– Pukul 15.30 WIB, massa membuka jalan dan bersama-sama menuju ke lokasi pagar yang sudah dibongkar. Mereka berencana kembali membangun pagar.

– Pukul 17.30 WIB, datang 70 ibu-ibu ke tenda Pos Polisi untuk menanyakan apa alasan pemkab membongkar pagar. Karena tidak mendapat jawaban memuaskan, mereka protes dan melaporkannya ke kaum bapak.

– Pukul 18.00 WIB, sebanyak 400 warga mendatangi tenda pos polisi. Sebanyak 15 anggota yang sedang ada di tenda itu langsung berlari menyelamatkan diri. Warga membakar tenda Pos Polisi dan membakar ekskavator. Tak berselang lama, petugas Polres Tanah Karo tiba di lokasi dan menangkap lima warga yang diduga provokator.

– Pukul 20.20 WIB, tak terima ada yang ditangkap, ratusan warga Desa Lingga kemudian mendatangi Markas Polres Tanah Karo. Mereka langsung melempari mapolres dengan batu. Aksi itu dibalas polisi dengan memberikan tembakan peringatan dan gas air mata. Setelah massa bubar, diketahui ada yang meninggal dunia.

mtv
portal berita medan
informatif & terpercaya