Polisi Tangkap Empat Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai

84
Kondisi salah satu vihara di Kota Tanjungbalai pascakerusuhan. (foto: Antara)
Kondisi salah satu vihara di Kota Tanjungbalai pascakerusuhan. (foto: Antara)

Polisi Tangkap Empat Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai

Tanjungbalai | rakyatmedan.com
Polres Tanjungbalai bersama Polda Sumatera Utara menangkap empat tersangka diduga pelaku kerusuhan di Tanjungbalai. Keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif.
Kabag Humas Polres Tanjungbalai, AKP Yani Sinulingga membeberkan, keempat tersangka tersebut adalah; MHL alias Dayat, 19, dan ZP alias Zul, 16, warga jalan MT Haryono. Kemudian HR, 26, dan AR  alias Aseng, 27, keduanya warga Kecamatan Seitualang Raso, Kota Tanjungbalai.
“Keempat tersangka diduga melakukan perusakan di Kelenteng Huat Cu Kong jalan Juanda Kecamatan Tanjung Balai. Para tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif,” kata Sinulingga, Senin (1/8).
Sinulingga menambahkan, polisi masih memburu pelaku kerusuhan lainnya. Polisi dalam waktu dekat akan menangkap tersangka lainnya dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. “Puluhan orang sudah masuk dalam daftar pencarian, saat ini baru empat yang kita amankan, mereka diduga melakukan perusakan, provokasi, dan pembakaran,” ujarnya.
Sebelumnya petugas juga telah menetapkan tujuh tersangka yaitu, FF, 15, HK, 18, AL, 18, MAR, 16, MR, 17, AJ, 21, dan MIL, 16, atas dugaan kasus penjarahan saat kerusuhan.
Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, pihaknya akan melacak rangkaian provokasi hingga mengerucut pada seseorang. Pelacakan ini diharap berbuah manis, agar pelaku atau tersangka yang menyebar provokatif lewat media sosial bisa ditangkap.
“Ada ‎ancaman hukumannya bagi mereka yang menyebarkan isu negatif. Pertanggungjawabannya bukan hanya hukum, tapi sosial dan kepada Tuhan yang maha Kuasa. Tolong, jangan ada provokasi isu negatif. Kasihan rakyat kalau terprovokasi,” kata Tito, di Bandara Halim Perdanakusuma‎, Jakarta.
Tito mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi lewat media sosial, karena pesan lewat medsos belum tentu benar. “Karena ini yang paling utama adalah masalah media sosial. Penebalan pasukan masih kita lanjutkan, dan saya harapkan kepada masyarakat, khususnya Sumut, lebih khusus Karo dan Asahan agar menjaga kekompakan, toleransi antarwarga, kerukunan yang sudah bagus di Sumut selama ini sebagai barometer kerukunan umat beragama di Indonesia,” kata Tito.Tito mengatakan, kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai hanya salah komunikasi warga. Tito menceritakan, kejadian berawal ketika satu orang yang merasa terganggu dengan suara salah satu tempat ibadah.
“Hanya ada kata-kata yang kurang pas. Ketika ada pengeras suara, ada warga yang berbicara agak keras. Kejadian ini sudah diselesaikan ketua lingkungan, tapi terjadi perdebatan, dibawa ke Polsek. Tapi muncul informasi di media sosial yang berbau provokatif. Warga yang terpancing melakukan tindakan sporadis, ada tiga rumah yang terbakar, wihara dan klenteng,” jelas Tito.
Tito mengatakan, daerah Tanjungbalai sudah kondusif sejak Sabtu (30/7). Semua stakeholder sudah kumpul menjadi satu agar kejadian Tanjungbalai tidak terulang.

ant
portal berita medan
informatif & terpercaya