Ilustrasi
Ilustrasi

Komplotan Begal Antar Kota Diringkus di Seputaran Bandara Kualanamu

Medan | rakyatmedan.com
Komplotan pelaku begal antar kota yang berjumlah lima orang, berhasil diringkus di seputaran Bandara Internasional Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Selasa (1/8). Tim gabungan polisi bandara dan Aviation Security (Avsec) Kualanamu meringkus mereka ketika tengah bingung saat berkendara di jalan menuju terminal penumpang.
Kelimanya diamankan saat mengendarai dua unit sepedamotor. Satu Honda Vario warna merah BK 5490 AFO dan satu lagi Honda Beat warna merah BK 3209 AFS. Polisi bandara yang melihatnya dalam keadaan bingung, langsung menghentikan laju kendaraan mereka dan diboyong ke Polsub Sektor Kualanamu serta dilanjutkan diserahkan ke Polsek Beringin.
Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Teuku Fathir Mustafa membenarkan, pihaknya mendapat lima pelaku yang diserahkan oleh petugas Avsec Kualanamu.
Menurut Fathir, kelimanya merupakan pelaku begal antar kota. "Ya ada. Masih dalam pengembangan ini," jelas Fathir.
Tiga pelaku dari kelimanya ternyata numpang tidur atau ngekost di tempat milik oknum perwira polisi yang dinas di Polda Sumut. Perwira polisi itu dinas di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Sumut.
Kost yang disebut-sebut milik perwira Polda Sumut itu adalah Kost Ardisyah Homestay di kawasan Kecamatan Medan Tembung. Informasi diperoleh, tiga pelaku begal antar kota yang kost di Ardisyah Homestay itu, diantaranya, M Edi Wardana alias Dana (17), Abdul Razak alias Raja (21) dan M Ismail alias Lis (17).
Sementara, sisa dua pelaku begal lainnya adalah M Ilham Marpaung (17) warga Jalan Serdang Gang Kelambir No 35 D, Kelurahan Benteng Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan dan Suherman alias Herman (19) yang tidur di tempat uwaknya bernama Tika warga Pasar IX Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.
"Saat ini kelimanya masih dalam pemeriksaan," tambah Fathir saat ditanya komplotan pelaku telah bermain berapa kali.
Hasil interogasi, pelaku M Edi telah beraksi di 4 tempat kejadian perkara. Pertama di Jalan Bandara Kualanamu Simpang Jati Kembar, Batangkuis, yang berhasil melarikan Honda Beat warna hitam. Modusnya, dengan memepet korban dan mengambil kunci kontak.
Kedua, pelaku M Edi beraksi di Kampung Aur, Medan yang berhasil melarikan Honda Vario warna Merah. Ketiga, pelaku beraksi di Jalan Zainul Arifin, Kampung Keling, yang berhasil melarikan Honda Vario Techno.
Terakhir, pelaku M Edi beraksi di seputaran Lapangan Merdeka, yang berhasil melarikan Honda Vario Putih. Pelaku Abdul Razak, juga beraksi di 4 tempat kejadian perkara. Pelaku Abdul tiap beraksi turut serta dengan pelaku M Edi. Sedangkan pelaku M Ismail, sudah beraksi di 9 tempat kejadian perkaran.
Hampir seluruhnya, pelaku Ismail beraksi di waktu dini hari hingga menjelang subuh. Untuk pelaku Ismail, kerap mengajak pelaku M Edi dan pelaku Abdul Razak dalam setiap melancarkan aksinya.
Untuk pelaku M Ilham, tak pernah terlibat tindak pencurian. Hanya saja, pelaku Ilham diamankan ketika tengah bersama komplotan di Kualanamu. Terakhir, pelaku Suherman diketahui beraksi di Tanjungmorawa dan seputaran Merdeka Walk. Jumlahnya ada 3 TKP.
"Mereka sudah masuk daftar pencarian orang. Saat ini masih dalam pengembangan," tandas mantan Kanit Tipiter Satreskrim Polresta Medan ini.
Dikonfirmasi, perwira Poldasu yang dimaksud adalah, Kompol Achiruddin Hasibuan. Dihubungi melalui telepon selularnya, Achiruddin mengakui, tiga pelaku begal yang termasuk komplotan begal yang berhasil diringkus di Kualanamu tidur di Kost Ardisyah Homestay. Mereka adalah pelaku M Edi, pelaku Abdul Razak dan pelaku Ismail yang tidur di Kos Ardisyah Homestay.
Dia pun mengaku tak menyangka, jika anak-anak muda itu merupakan komplotan begal. Menurut mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Deliserdang ini, kepribadian mereka dikenal baik.
"Mereka sudah dua bulan di situ (Kost Ardisyah Homestay). Tidur pakai karpet, bayar Rp600 ribu sebulan. Selama ini bagus kok. Saya juga sering datang (lihat kost). Saya sekarang gak di Narkoba. Tapi di Dit Tahti. Kasubdit Barang Bukti," tandas Achiruddin.

portal berita medan
informatif & terpercaya