Irjen Arief Dharmawan (batik hitam) saat mengisi acara Workshop Desa Inklusi. (foto: mtv)
Irjen Arief Dharmawan (batik hitam) saat mengisi acara Workshop Desa Inklusi. (foto: mtv)

Desa, Kunci Utama Mencegah Terorisme
rakyatmedan.com
Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Arief Dharmawan mengatakan, desa menjadi kunci utama mencegah perkembangan gerakan radikal dan terorisme.
“Kearifan lokal merupakan salah satu cara untuk mencegah berkembangnya gerakan terorisme,” kata Arief saat menghadiri Workshop Desa Inklusi, di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (10/8).
Arief menyimpulkan hal itu karena aksi terorisme yang terjadi di Indonesia lebih banyak dimulai dari perdesaan. Untuk itu, kata dia, pemerintah desa harus bisa mendeteksi dini perubahan kondisi dan kerawanan yang terjadi di wilayahnya.
“Setiap anggota saya menelusuri kasus, pasti ujungnya ke desa juga,” kata Arief.
Menurut Arief, aparat keamanan terkendala dalam menindak aksi-aksi radikal di desa. "Kami terbentur aturan. Jadi, saat ini, pemerintah desa menjadi tumpuan untuk membantu pencegahan gerakan radikal,” kata Arief.
Sebelumnya, Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, mengagas program desa inklusi. Program ini mengajarkan pemerintah desa untuk lebih terbuka, menghargai keberagaman, dan memberikan akses setara kepada minoritas.
Menurutnya, pemerintah desa belum diberdayakan untuk mengantisipasi merebaknya gerakan radikal dan intoleran di Indonesia. Padahal, pemerintah desa lebih mengerti langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk mencegah berkembangnya gerakan radikal.
"Penanggulangan yang dilakukan pemerintah desa akan lebih mengena karena menggunakan pendekatan kearifan lokal," kata dia.
Wahid Foundation tengah menguji coba penerangan desa inklusi di dua kabupaten, yaitu Majalengka dan Banyumas.

mtv
portal berita medan
informatif
& terpercaya