Gadis 16 Tahun Jadi Admin Grup Teror di Prancis

62
Ilustrasi ledakan bom di Prancis. (foto AFP: Jack Guez)
Ilustrasi ledakan bom di Prancis. (foto AFP: Jack Guez)

Gadis 16 Tahun Jadi Admin Grup Teror di Prancis

rakyatmedan.com
Seorang perempuan muda berumur 16 tahun diinvestigasi aparat penegak hukum Prancis. Ia menjadi terdakwa karena turut andil merencanakan penyerangan jihad menggunakan Telegram.
Perempuan yang namanya belum dirilis tersebut diketahui tak memiliki catatan kriminal. Pasukan anti teror Perancis mendatangi rumahnya di kota Paris. Dalam penangkapan, tak ditemukan alat peledak maupun senjata api di rumah keluarga gadis tersebut tepatnya di Melun, Prancis.
Dalam dugaan teror, gadis tersebut merupakan administrator grup sebuah aplikasi pesan singkat yang dikunci. Aplikasi disebut membahas tentang sebuah penyerangan.
“Tim investigasi menerangkan perempuan tersebut sudah sangat radikal dan menjadi admin percakapan grup yang memiliki pemahaman ISIS,” kata perwakilan Jaksa, Laure Vermeersch, Rabu (10/8).
Aplikasi tersebut juga pernah digunakan oleh seorang pria yang membunuh seorang pemuka agama di Normandy, akhir bulan lalu.
Dalam penyelidikan, tim investigasi mengamati perilaku dan menembus pelayanan kemanan percakapan grup gadis tersebut. Mereka melihat ada beberapa member yang mendiskusikan yang biasa dikenal dengan propaganda ISIS.
“Dia menyampaikan beberapa propaganda grup ISIS untuk meminta penyerangan. Dia juga menyampaikan keingiannya untuk ambil bagian dalam penyerangan tersebut,” kata sumber AFP.
Diketahui pada 26 Juli lalu dua orang pria berumur 19 tahun menggemparkan sebuah gereja di Saint Etienne du Rouvray, Prancis. Laki-laki tersebut menggorok kerongkongan seorang pendeta sampai akhirnya pelaku dibunuh polisi.
Pelaku yang tersisa menerangkan telah mengirim pesan melalui Telegram sebelum dia melakukan penyerangan. Prancis sedang dalam status waspada menghadapi Jihad. Sedikitnya 130 orang terbunuh sejak November lalu.

bbc
portal berita medan
informatif & terpercaya