Alfi Laila
Alfi Laila.

Buron 10 Bulan, Tersangka Kredit Fiktif Akhirnya Tertangkap 

rakyatmedan.com
Pelarian Alfi Laila (50), berakhir setelah tim gabungan meringkusnya di Pematang Siantar. Alfi merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit palsu yang merugikan negara hingga belasan miliar rupiah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut, Bobbi Sandri mengatakan, penangkapan melibatkan anggota Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Pematang Siantar.

Penangkapan berdasarkan Surat Kepala Kejari Kuala Simpang Nomor : R-71/N.1.22/Dps.2/11/2015 Tanggal 11 November 2015 dengan tersangka Alfi Laila.

"Tersangka dijerat dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit pada PNS SMPN 2 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang pada 2013 hingga 2015," kata Bobbi di ruang kerjanya, Sabtu (12/8).

Kepala Sub Seksi Humas Kejati Sumut, Yosgernold Tarigan mengatakan, tersangka menghilang sejak 10 bulan lalu. Lalu tim mendapat informasi tersangka berada di sebuah tempat di Jalan Silimakuta, Pematang Siantar, Kamis (11/8).

"Tersangka kabur dari proses hukum di Kejari Aceh Tamiang. Setelah mendapat informasi, tim lalu berkoordinasi untuk membentuk tersangka," kata Yosgernold.

Dana kredit fiktif itu berasal dari Bank Mandiri sebesar Rp10,6 miliar dan Bank Aceh Rp3,8 miliar. Kejari Aceh Tamiang akan mengembangkan penyidikan kasus tersebut.

Tersangka melakukan kredit ke bank dengan menggunakan SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) palsu. Modusnya, 70 nasabah dibuat seolah-olah PNS. Pengajuan kreditnya bervariasi mulai dari Rp150 juta hingga Rp200 juta.

Alfi dianggap melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Korupsi. Selain Alfi, empat orang lain menjadi tersangka.

"Sementara Alfi melarikan diri. Satu temannya juga sudah ditangkap di Bali," lanjut Yosgernold.

rm/mt
portal berita medan
informatif & terpercaya