Diancam AS, Filipina Selidiki Pembunuhan Pengedar Narkoba

92
Terduga pengedar narkoba yang dibunuh (Foto: AFP)
Terduga pengedar narkoba yang dibunuh (Foto: AFP)

Diancam AS, Filipina Selidiki Pembunuhan Pengedar Narkoba

rakyatmedan.com
Pemerintah Filipina di bawah kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte bersumpah untuk menghabisi para pengedar narkoba. Tetapi Amerika Serikat (AS) meminta Filipina untuk menghormati HAM.

Menurut laporan media, hampir seribu orang tewas terbunuh sejak Presiden Duterte terpilih sebagai Presiden Filipina Mei lalu. Selama kampanye, Duterte bersumpah untuk membunuh puluhan ribu pelaku kriminal termasuk pengedar narkoba.

Pembunuhan di luar hukum pun dilaporkan banyak terjadi. Atas hal tersebut, AS pun memperingatkan pemerintahan Duterte bisa kehilangan bantuan jutaan dolar, jika tidak menghormati hukum dan HAM.

“Kami mengkhawatirkan laporan mengenai pembunuhan di luar hukum dari para tersangka yang diduga terlibat aktivitas peredaran narkoba di Filipina,” peringatan Kedubes AS di Filipina, seperti dikutip Channel News Asia, Senin (15/8).

“Kami mendesak Filipina untuk melakukan penegakan hukum yang konsisten dengan kewajiban HAM mereka,” lanjut peringatan itu.

Pihak Filipina pun mengeluarkan tanggapan atas peringatan dari AS ini. Mereka menyebutkan bahwa Filipina fokus kepada pengentasan narkoba di lingkungan masyarakat.

“Terlepas dari itu, di saat berupaya mencapai tujuan (perang melawan narkoba), Pemerintah Filipina berkomitmen untuk bertindak sesuai hukum dan melindungi HAM semua warga,” tutur pihak Kementerian Luar Negeri Filipina.

“Kami tidak menyetujui pembunuhan di luar hukum dan pihak berwenang Filipina sudah diinstruksikan menyelidiki insiden ini dan membawa pelaku pembunuhan ke hadapan pengadilan,” pungkas pernyataan tersebut.

Pada Jumat 12 Agustus lalu, Kepolisian Filipina membunuh sekitar 550 tersangka pengedar narkoba dan menangkap lebih dari 8.000 lainnya.

Tetapi jumlah berbeda dilontarkan oleh media ABS-CBN yang menyebutkan lebih dari 400 tewas dibunuh di luar hukum. Pelaku pembunuhan bahkan meninggalkan kartu nama yang menyebutkan mereka terlibat kejahatan narkotika. (rm/cna)

portal berita medan
informatif & terpercaya