Wakil Ketua DPRD Sumut Zulkifli Effendi Siregar
Wakil Ketua DPRD Sumut Zulkifli Effendi Siregar.

Tiga Anggota DPRD Sumut Diperiksa KPK
rakyatmedan.com
Tiga anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Ketiganya yaitu Zulkifli Effendi Siregar, Bustami H.S dan Parluhutan Siregar.

"Mereka diperiksa sebagai saksi dari tersangka MA (Muhammad Affan)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andrianti, Senin (15/8).

Pemeriksaan ketiganya guna melengkapi berkas perkara dari Affan yang diduga menerima hadiah dari Gatot Pujo Nugroho saat menjabat sebagai Gubernur Sumut. Zulkifli Effendi Siregar, Bustami H.S dan Parluhutan Siregar juga merupakan tersangka dalam kasus yang sama.

Hingga kini KPK telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini. Tujuh tersangka yang baru ditetapkan, yaitu Muhammad Afan (anggota Fraksi PDIP DPRD Sumut periode 2014-2019 dan wakil ketua DPRD Sumut periode 2009-2014), Budiman Nadapdap (anggota Fraksi PDIP DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019), Guntur Manurung (anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019).

Kemudian, Zulkifli Effendi Siregar (anggota Fraksi Hanura DPRD Sumut 2009-2014 dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2014-2019), Bustami (anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014), serta Zulkifli Husein dan Parluhutan Siregar (anggota Fraksi PAN DPRD Sumut Periode 2009-2014 dan 2014-2019).

Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 200 juncto Pasal 64 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara lima tersangka lainnya sudah divonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor. Mereka yakni Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014: Chaidir Ritonga, Sigit Pramono Asri, serta Kamaluddin Harahap.

Kamaludin Harahap divonis empat tahun delapan bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara, serta membayar uang pengganti Rp1,26 miliar. Ajib divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Chaidir Ritonga divonis empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan, serta wajib membayar uang pengganti Rp2,3 miliar subsider satu tahun kurungan.

Saleh dijatuhi hukuman empat tahun penjara disertai denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan, dan membayar uang pengganti Rp712 juta. Sementara Sigit Pramono divonis empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp355 juta subsider enam bulan kurungan. (rm/mt)

portal berita medan
informatif & terpercaya