Pemerintah Dorong Dunia Usaha dan BUMN Bangun Wilayah Tertinggal

36
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (foto Ant: Akbar Nugroho Gumay)
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (foto Ant: Akbar Nugroho Gumay)

Sidang Bersama DPR-DPD
Pemerintah Dorong Dunia Usaha dan BUMN Bangun Wilayah Tertinggal

rakyatmedan.com
‎Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menegaskan dalam percepatan pembangunan infrastruktur, pemerintah berkewajiban untuk membangun wilayah-wilayah yang marginal, dan wilayah-wilayah yang tertinggal dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sedangkan daerah-daerah lain yang ekonominya menggeliat dan tumbuh, pemerintah mendorong peran dunia usaha dan kerja sama dunia usaha dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kata Jokowi, dalam pidato kenegaraannya saat sidang bersama DPR-DPD, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8).

Jokowi mengatakan, pada 2016 ini, investasi BUMN ditargetkan sebesar Rp410,2 triliun yang didalamnya terdapat 62 proyek strategis dengan nilai proyek sebesar Rp347 triliun. Nilai investasi BUMN akan terus diperbesar sehingga pada 2019 dapat mencapai Rp764 triliun.

Selain itu, lanjutnya, dengan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) maka pemerintah melakukan terobosan dengan mengeluarkan aturan tentang amnesti pajak. Diharapkan basis penerimaan pajak menjadi semakin luas guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing nasional.

“Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur yang mengedepankan kelestarian alam itu, pemerintah melakukan konservasi lahan gambut dan pencegahan pembakarannya. Pemerintah tidak ada toleransi pada pelaku pembakaran lahan gambut dan hutan karena tindakan itu termasuk kejahatan kemanusiaan,” tegas Jokowi.

Pada sisi lain, Jokowi menambahkan, untuk mempercepat lahirnya inovasi-inovasi teknologi informasi dan menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, pemerintah terus meningkatkan kualitas dan jangkauan infrastruktur telekomunikasi. Dari segi modernitas, pemerintah telah mengaktifkan teknologi 4G.

“Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan akan rumah bagi masyarakat, di 2016 ini pemerintah menargetkan pembangunan satu juta rumah. Sebanyak 700 ribu rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan 300 ribu rumah untuk non-MBR,” pungkas Jokowi. (rm/mt)

portal berita medan
informatif & terpercaya