Bupati Rokan Hulu Suparman (kiri) mengenakan rompi ditahan KPK
Bupati Rokan Hulu Suparman (kiri) mengenakan rompi ditahan KPK

Bupati Rokan Hulu Ditahan KPK

rakyatmedan.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Rokan Hulu Suparman seusai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pemberian suap terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2014 dan RAPBD Tambahan 2015.

"Untuk kepentingan penyidikan, penyidik KPK menahan tersangka SUP (Suparman) di rumah tahanan kelas I Jakarta Timur cabang KPK yang terletak Detasemen Pomdam Guntur selama 20 hari pertama," kata pelaksana harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK Jakarta, Selasa (7/6).

Suparman yang sudah memakai jaket tahanan warna oranye mengaku akan mengikuti proses hukum tersebut. "Saya tidak ingin mencari kambing hitam. Saya hormati proses hukum yang ada," kata dia sambil berjalan ke mobil tahanan KPK.

Tersangka sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Riau 2014-2019 namun mundur dari jabatan tersebut karena mengikuti pemilihan kepala daerah Rokan Hulu pada 9 Desember 2015 dan memenangkan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Politikus Golkar itu tetap dilantik sebagai bupati pada 22 April 2016 meski sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 8 April 2016.

Tersangka lain dalam perkara ini adalah Ketua DPRD Riau 2009-2014 Johar Firdaus.

Kasus ini adalah pengembangan kasus yang menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun dan anggota DPRD Riau 2009-2014 Ahmad Kirjauhari dengan dugaan suap sekitar Rp800 juta hingga Rp900 juta. Portal berita Medan Informatif dan Terpecaya