Perahu Kayu Tenggelam di Tanjung Pinang, 10 Orang Tewas

98
Keluarga korban mencari keluarga mereka yang menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam di RSUD Tanjungpinang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (21/8). Kapal penyeberangan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat tenggelam karena cuaca buruk yang menyebabkan 10 orang meninggal, 2 orang selamat dan 5 orang hilang, masih dalam pencarian oleh petugas dan masyakarat. (foto ant: Yuli Seperi)
Keluarga korban mencari keluarga mereka yang menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam di RSUD Tanjungpinang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (21/8). Kapal penyeberangan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat tenggelam karena cuaca buruk yang menyebabkan 10 orang meninggal, 2 orang selamat dan 5 orang hilang, masih dalam pencarian oleh petugas dan masyakarat. (foto ant: Yuli Seperi)

Perahu Kayu Tenggelam di Tanjung Pinang, 10 Orang Tewas

rakyatmedan.com
Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengabarkan tenggelamnya sebuah pompong (perahu kayu) yang mengangkut 17 penumpang dengan rute pelayaran Pelabuhan Tanjung Pinang-Penyengat, pada Minggu (21/8) siang.

Perahu tersebut mengangkut 17 penumpang yang berasal dari daerah sekitar yang terdiri dari seorang anak-anak dan 16 orang dewasa.

Dua orang ditemukan hidup dan mengalami luka-luka, 10 orang meninggal dunia, dan lima orang belum ditemukan. Penyebab kecelakaan tersebut diduga kondisi cuaca ekstrem.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemhub, Tonny Budiono menyampaikan, rasa duka yang sedalam-dalamnya bagi para korban kecelakaan kapal.

“Saya menyampaikan turut berlangsungkawa kepada keluarga korban dan saya akan terus melakukan pencarian terhadap lima orang yang belum ditemukan,” kata Tonny dalam siaran persnya.

Tonny sudah memerintahkan petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai untuk melakukan pertolongan para korban kecelakaan kapal tersebut.

“Kami telah mengerahkan kapal dan petugas KPLP dari pangkalan Tanjung Pinang dan Tanjung Uban dan koordinasi dengan tim SAR dan instansi terkait untuk segera memberikan pertolongan dan pencarian korban kecelakaan kapal,” ujar Tonny.

Saat ini kapal Patroli KPLP KN.431, KN. 521 dan KN. 5008 serta tim SAR masih terus mencari korban kecelakaan dan memaksimalkan pencarian dengan memanfaatkan peralatan pencarian korban tenggelam dengan optimal.

“Saya minta semua pihak untuk bersabar karena petugas KPLP kami dan tim SAR sedang bekerja keras untuk memberikan pertolongan dan pencarian korban kecelakaan kapal,” tegas Tonny.

Adapun penyebab kecelakaan kapal, Dirjen Hubla Kemhub menyerahkannya sepenuhnya kepada KNKT yang memiliki wewenang penyidikan terhadap penyebab kecelakaan kapal dimaksud.

Sebagai informasi, Kapal pompong adalah kapal tradisional di bawah 7GT. Karena di bawah 7GT tersebut pengawasannya dilakukan oleh Pemda setempat dan Ditjen Hubla Kemhub tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Namun demikian, Ditjen Hubla Kemhub siap memberikan pertolongan dan pencarian korban kecelakaan kapal dimaksud. (rm/bs)

portal berita medan
informatif & terpercaya