Kelas karyawan pancabudi  
Pemutaran film dokumenter berjudul Jihad Selfie di Kemenlu, Jakarta, Senin (22/8).
Pemutaran film dokumenter berjudul Jihad Selfie di Kemenlu, Jakarta, Senin (22/8).


Jihad Selfie Ajak Masyarakat Jauhi Gerakan Radikal

rakyatmedan.com
Pemutaran film dokumenter berjudul Jihad Selfie karya Noor Huda Ismail dinilai sebagai upaya mempertahankan keutuhan NKRI dari serangan terorisme.

“Terorisme, radikalisme dan ekstremisme adalah sesuatu yang asing bagi kita, dan kita harus secara tegas menolak itu,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M Fachir di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Senin (22/8).

Melalui film ini, Noor Huda berusaha mendengarkan dan mendapatkan langsung “suara” dari orang-orang, terutama warga negara Indonesia yang bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS).

Wamenlu berharap bahwa film ini bisa memberikan informasi kepada masyarakat agar tak tergiur masuk ke kelompok teror apapun.

Senada dengan Wamenlu, Direktur Protokol dan Konsuler Kemenlu, Andri Hadi juga merasa film ini tepat dipertontonkan dalam upaya menyebarkan informasi kepada masyarakat, khususnya WNI di luar negeri.

“Bersama-sama kita cegah WNI kita yang berada di luar maupun di dalam negeri agar tak bergabung dengan kelompok radikal manapun,” tegas mantan duta besar di Singapura ini.

“Tantangan ini bukan bersifat abstrak, melainkan dihadapi oleh semua perwakilan RI di luar negeri,” imbuhnya.

Narasumber utama film ini bernama Akbar Maulana, seorang remaja 16 tahun asal Aceh. Saat ini, Akbar sedang menyelesaikan SMA di sebuah sekolah di Turki melalui beasiswa yang diberikan Ankara.

Akbar sempat ingin bergabung dengan ISIS karena dua temannya yang sudah bergabung dengan grup ekstremis tersebut melalui media sosial.

Salah satu metode perekrutan ISIS dilakukan melalui propaganda di media sosial. Metode tersebut dinilai efektif karena kalangan remaja pada zaman modern lebih banyak menghabiskan waktu dengan berselancar di dunia maya. (rm/mt)

portal berita medan
informatif & terpercaya