Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) didampingi Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto (kanan), Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar (kedua kiri), dan Kepala Direktorat Tipidnarkoba Mabes Polri Brigjen Pol Dharma Pongrekum (kiri) memperhatikan barang bukti sabu-sabu saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/8). (foto ant: Muhammad Adimaja)
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) didampingi Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto (kanan), Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar (kedua kiri), dan Kepala Direktorat Tipidnarkoba Mabes Polri Brigjen Pol Dharma Pongrekum (kiri) memperhatikan barang bukti sabu-sabu saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/8). (foto ant: Muhammad Adimaja)


Kapolri: Polda, Polres, Polsek Ditarget Ungkap Kasus Narkoba

rakyatmedan.com
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, alasannya memimpin langsung rilis tujuh tersangka bandar narkoba dengan barang bukti 63,5 kg di Mabes Polri Rabu (24/8).

"Sengaja saya ekspos kasus ini secara personal, kehadiran saya secara personal, untuk menunjukkan keseriusan Polri dan BNN dalam memberantas penyalahgunaan narkoba," kata Tito.

Jenderal bintang empat itu menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk melakukan langkah tegas kepada pelaku pengedar narkotika.

"Ini membahayakan generasi muda. Korban banyak setiap hari, problem sosial. Seluruh jajaran kepolisian, Mabes, Polda, Polres, dan Polsek untuk ungkap jaringan narkoba," sambungnya.

Pihaknya memberikan target dan evaluasi mana Polda, Polres, dan Polsek yang berprestasi dalam mengungkap kasus narkoba dan mana yang tidak. Pengawasan akan dilakukan Bareskrim.

"Diukur secara kualitas dan kuantitas. Di sisi lain akan ditingkatkan pengawasan internal dan bersihkan Polri dari oknum pengedar, pemakai, dan pembantu jaringan narkotika. Pemakai sanksi internal, pengedar sanksi internal dan pidana," tegasnya.

Ini adalah komitmennya sebagai Kapolri untuk tidak main-main dalam penanganan kasus narkotika. Dia juga meminta anak buahnya untuk menindak tegas kasus-kasus narkoba.

"Kejar pengedar dan tokoh kunci jaringan ini. Saya mengharapkan dapat dukungan semua jajaran kepolisian dan BNN serta jajaran dan elemen masyarakat untuk memerangi narkotika," sambungnya.

Namun Tito mengingatkan yang harus dikejar jangan hanya kelas kurir. Tapi tokoh utama yang membiayai dan master mind peredaran yang memasukkan barang dalam jaringan itu.

"Tokoh kunci yang jadi TO utama. Kalau hanya kurir maka mesin jalan terus. Saya juga peringatan anak buah saya untuk tidak lalu menjebak masyarakat. Kalau terbukti menjebak maka saya akan pecat," lanjut Tito. (rm/bs)

portal berita medan
informatif & terpercaya