177 jamaah haji asal Filipina ditangkap imigrasi Filipina (Foto:Manila Bulletin)
177 jamaah haji asal Filipina ditangkap imigrasi Filipina (Foto: Manila Bulletin)

138 WNI Dipindahkan ke Fasilitas KBRI Manila

rakyatmedan.com
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan hampir semua warga negara Indonesia yang tertahan di Filipina telah dipindahkan. Mereka tertahan karena kedapatan memakai paspor Filipina untuk menunaikan ibadah haji.

"138 dari 177 WNI yang berada di Manila, semalam sekitar pukul 00.03 (waktu setempat) sudah dipindahkan ke fasilitas KBRI Manila," kata Retno melalui pesan singkat, Jumat (26/8).

Retno menegaskan, pagi ini, tim KBRI Manila akan kembali bertemu Department of Justice Filipina untuk mengurus kepindahan 39 WNI lainnya.

Imigrasi Bandara Internasional Manila menangkap 177 WNI, 19 Agustus pukul 09.00 waktu setempat. Mereka akan berangkat haji menggunakan paspor Filipina. Petugas mencurigai adanya pelanggaran imigrasi.

"Lima orang warga Filipina yang menemani WNI dalam perjalanan haji ini juga ditangkap. Mereka ditangkap saat hendak menuju Madinah," ujar Kepala Imigrasi Filipina Jaime Morente, seperti dikutip Associated Press, Sabtu 20 Agustus.

Meski disebut asli, paspor ratusan WNI  itu diduga didapat secara ilegal dan disediakan biro perjalanan Filipina. WNI membayar antara USD6 ribu atau sekitar Rp78 juta hingga USD10 ribu atau sekitar Rp131 juta untuk menjalankan ibadah haji melalui kuota Filipina. (rm/mt)

portal berita medan
informatif & terpercaya