Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansur No. 75 Medan, Minggu (28/8). (foto Istimewa)
Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansur No. 75 Medan, Minggu (28/8). (foto Istimewa)

Peneror Bom Gereja Medan Dijanjikan Uang Rp10 Juta

rakyatmedan.com
Pelaku percobaan bom bunuh diri di rumah ibadah Santo Yosef Medan, Ivan Armadi Hasugihan (IAH), 17, mendapat perintah dan iming-iming uang dari orang tidak dikenal.

Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, IAH sempat bertemu orang tak dikenal tersebut, Kamis 25 Agustus. Keduanya sempat menjalin komunikasi.

"Kalau mau uang Rp10 juta, harus melakukan sesuai dengan yang disebutkan orang itu," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/8).

Jumat 26 Agustus, IAH melaksanakan apa yang diperintahkan orang tersebut. Menurut pengakuan IAH, ia membeli korek api, kemudian menyambungkannya dengan kabel. Korek api kemudian dijadikan satu kesatuan.

Tidak hanya itu, IAH juga diberikan satu kantong bubuk dari orang tersebut. Dugaan awal, kantong berisi bubuk tersebut merupakan black powder yang diberikan ke IAH sebagai material yang nantinya akan dicampur ke korek api sebagai amunisi atau mesiu.

Sabtu 27 Agustus, IAH mencoba merangkai apa yang diberikan orang tersebut ditambah informasi yang didapat dari media. Saat merakit, sempat terjadi ledakan kecil di rumah IAH.

Polisi masih terus memeriksa intensif pelaku. Polisi juga memeriksa pendeta Albert S. Pandingan yang menjadi korban serangan IAH, serta meminta keterangan keluarga tersangka.

"Sampai saat ini kita terus menelusuri, memeriksa pelaku secara intensif, termasuk kemungkinan keterkaitan pihak lain dalam peristiwa tersebut," tutur dia.

Atas aksi nekatnya, IAH dikenakan Undang-Undang Teroris nomor 15 tahun 2003, serta Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Minggu, 28 Agustus, IAH mencoba meledakkan bom bunuh diri di rumah ibadah Santo Yosef, Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara. Namun, percobaan bom bunuh diri itu gagal.

Sebelum meledakkan bom, IAH lebih dulu menyerang pemuka agama Albert S Pandingan yang sedang berkhotbah di depan mimbar. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur dan menggendong bom yang dirakit dengan pipa kuning.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, jemaat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku dan menyerahkannya ke polisi. Beruntung, bom yang dibawa IAH tak sempat meledak. (rm/mt)

portal berita medan
informatif & terpercaya