Gatot Brajamusti
Gatot Brajamusti

Penangkapan Aa Gatot Dinilai Perburuk Citra Pekerja Seni

rakyatmedan.com
Artis-artis senior yang terhimpun dalam Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) prihatin dengan penangkapan Gatot Brajamusti atau Aa Gatot. Guru spiritual banyak artis itu dicokok saat pesta narkoba di sebuah hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Jurubicara PARFI Debby Chyntia Dewi menilai, penangkapan Aa Gatot memperburuk citra pekerja seni. Apalagi, dia baru saja terpilih menjadi ketua PARFI untuk periode kedua pada Kongres ke-15 PARFI di Lombok.

"Jangan semua artis disamakan (dengan Aa Gatot). Kita yang ada di sini anti-Narkoba," kata Debby pada konferensi PARFI di Gedung Umar Ismail, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/8).

Perempuan yang secara pribadi belum pernah bertemu dengan Aa Gatoto itu mengatakan, PARFI menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib. Di lain sisi, PARFI berencana menggelar kongres ulang. Sebab, tambah dia, Kongres ke-15 PARFI banyak kejanggalan.

"Ada permintaan dari para senior, bikin surat supaya apa yang terjadi di Lombok dianulir. Kalaupun nama PARFI diganti, silakan saja, tapi harus dibicarakan di kongres," imbuh Debby.

Selain Debby, hadir pula rekan sesama artis dan anggota PARFI lainnya seperti Ki Kusumo, Kamel Malvin, Lela Anggraeni, Dessy Surahman, dan Darti Manula‎ng. Mereka melakukan penyegelan kantor PARFI secara simbolis sebagai bentuk perlawanan kepada hasil Kongres ke-15 PARFI.

Aa Gatot ditangkap Tim Satgasus Merah Putih, Minggu malam 28 Agustus. Dia dan istrinya, Dewi Aminah, kedapatan sedang berpesta sabu. Bersama mereka disita pula sabu, dua alat pengisap sabu (bong), dan dua korek gas. (rm/mt)

portal berita medan
informatif & terpercaya