Kelas karyawan pancabudi  
Kajari Stabat Andri Ridwan (berseragam coklat) didampingi Kasi Intel Erik Yudhistira dan anggotanya memaparkan kepada wartawan terkait penetapan tersangka kasus DAK 2015, Kamis (1/9). (rakyatmedan.com | reza)
Kajari Stabat Andri Ridwan (berseragam coklat) didampingi Kasi Intel Erik Yudhistira dan anggotanya memaparkan kepada wartawan terkait penetapan tersangka kasus DAK 2015, Kamis (1/9). (rakyatmedan.com | reza)


Kejari Stabat Tetapkan Dua Tersangka Korupsi DAK-2015

Langkat | rakyatmedan.com
Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat, menetapkan YR (Yuni Rispandi,red) dan SM (Sumardi als Pungut) sebagai tersangka penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekolah di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Langkat, Kamis (1/9).

Dalam keterangan persnya, Kajari Stabat Andri Ridwan didampingi Kasi Intel Erik Yudhistira menyebutkan, kedua tersangka yaitu YR yang diketahui sebagai Kabid Program Dikjar dan SM menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Keduanya disangkakan telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi DAK 2015 terkait pembangunan fisik perpustakaan dan ruang laboratorium senilai Rp2,5 miliar serta pembangunan ruang kelas baru (RKB) senilai Rp2,9 miliar.

Adapun pembangunan perpustakaan dan laboratorium berada di 23 Sekolah Dasar (SD) dan bangunan ruang kelas baru tersebar di 13 SD di Kabupaten Langkat.

Penetapan tersangka sendiri, dilakukan setelah melakukan pemeriksaan 44 saksi secara marathon ditambah 137 dokumen dari hasil penggeledahan di Dinas Dikjar Langkat, beberapa waktu lalu.

Kepada sejumlah media, Andri tak bisa memastikan kapan kedua tersangka ini dijebloskan ke tahanan.

“Kita masih melanjutkan pemeriksaan saksi baik dari Dikjar sendiri maupun saksi ahli. Jadi kita lihat dulu proses selanjutnya, apakah bisa ditahan atau tidak, karena yang bersangkutan juga masih harus diperiksa,” kata Kajari disambung Kasi Intel Erik Yudhistira, sembari mengatakan tidak kemungkinan besar tersangka baru akan bertambah. (rm-08)

portal berita medan
informatif & terpercaya