Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat kunjungannya bersama Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Sabtu (2/3). | foto: istimewa
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat kunjungannya bersama Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Sabtu (2/3). | foto: istimewa

Kuala Tanjung | rakyatmedan – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kuala Tanjung Multi Purpose Terminal (KMTM) atau Pelabuhan Kuala Tajung, Sumatera Utara akan menjadi pelabuhan HUB Internasional.

Hal tersebut dikatakan saat kunjungannya bersama Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Sabtu (02/03/2019).

“Kami memastikan bahwa fasilitas dan pembangunan ini berjalan dengan baik juga memiliki kapasitas yang bagus. Oleh karenanya kita ingin melakukan suatu percepatan ekspor dan dijadikan sebagai HUB internasional selain Tanjung Priok,” kata Menhub.

Pelabuhan Kuala Tanjung ini sudah beroperasi sejak Desember 2018 dan telah melakukan ekspor perdananya sebanyak 205 TEUs dengan menggunakan Kapal Wan Hai Lines 505.

Ekspor kedua dilakukan pada tanggal 14 Februari 2019 dengan menggunakan Kapal Wan Hai Lines 507 dan membawa muatan 261 TEUs.

Semua kegiatan ekspor tersebut telah direct call atau pengiriman dilakukan langsung ke berbagai negara di Asia, seperti Cina, Singapura, Malaysia, India, dan negara lainnya tanpa perlu transit.

Keberadaan pelabuhan ini diharapkan dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.

Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi hub bagi pelabuhan-pelabuhan yang terdapat di Pulau Sumatera. Pelabuhan ini memiliki dua fungsi yaitu, pertama sebagai pusat alih muatan kapal (transhipment) dan kedua sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Seperti diketahui bahwa Pemerintah tengah menyiapkan tujuh pelabuhan yang akan menjadi HUB Internasional, yaitu: Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Tanjung Perak di Surabaya, Kijing di Pontianak, Bitung di Sulawesi Utara, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Sorong.

Sementara Menko Maritim, Luhut Panjaitan juga menuturkan, Pelabuhan Kuala Tanjung ini dapat mengefesiensikan cost transportasi. Menurutnya, cost tersebut akan sangat mempengaruhi harga barang dan sembako agar lebih terjangkau.

Selain itu, keberadaan pelabuhan ini juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas kapal di Pelabuhan Belawan. Terkait peresmian, Luhut mengatakan masih akan dirapatkan terlebih dahulu, namun diusahakan dalam waktu dekat ini.

“Pelabuhan Ini sudah jadi dan sudah siap. Mengenai kapal dimaksimalkan karena pelabuhan ini bagus mempunyai kedalaman 17 meter dan kapalnya super besar. Semua ujung-ujungnya efisiensi, nanti kelapa sawit juga harus di sini. Juga mengurangi kepadatan lalu lintas di Medan,” tutur Menko.

Kedepannya, Kuala Tanjung ini akan memfokuskan untuk general kargo domestik dan akan melakukan kegiatan ekspor kembali dengan menggunakan Kapal Wan Hai pada Bulan Maret 2019.