Menag Lukman menandatangani prasasti gedung FEBI UIN Yogyakarta. | foto: istimewa
Menag Lukman menandatangani prasasti gedung FEBI UIN Yogyakarta. | foto: istimewa

Yogyakarta | rakyatmedan  – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan gedung kuliah Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (04/03/2019).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti gedung disaksikan oleh Rektor UIN Yogyakarta Yudian Wahyudi dan civitas akademika UIN Yogya.

Selain penandatanganan prasasti gedung, Menag juga menandatangani 21 prasasti sejumlah gedung di lingkungan UIN Yogya yang dinamakan sejumlah tokoh di antaranya K.H. Ali Maksum, Pondok Pesantren Krapyak, mantan Menag Munawir Sjadzali, K.H. A.R. Fachruddin, Prof. Dr. Simuh, K.H. Moh. Dahlan , dan tokoh lainnya.

Gedung FEBI dengan warna cat orange dan abu-abu muda ini dibangun dengan skema pembiayaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018 terdiri dari 5 lantai yang selanjutnya digunakan untuk ruang kuliah mahasiswa S1 dengan ruang baca dan referensi, ruang kuliah S2 dan S3, ruang dosen, serta ruang sidang tesis dan promosi Doktoral. Gedung FEBI juga dilengkapi dengan ruang inkubasi bisnis bagi praktek langsung mahasiswa di di bidang perbankan dan lainnya.

Menag mengatakan, Kementerian Agama saat ini membawahi 3 macam jenis pedidikan Islam, yang sesungguhnya ketiganya merupakan tulang punggung bagaimana pengembangan agama Islam di Tanah Air. Pertama, pondok pesantren. Kedua, madrasah, dan ketiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

“Di antara 3 jenis pendidikan Islam ini, hampir selama 3 tahun lebih Kemenag mengembangkan perguruan tinggi keagamaan kita, nyaris tidak ada dari 58 Perguruan Ttinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tidak memiliki gedung baru,” ujar Menag.

“Karena memang kita sadar betul, kita harus menyiapkan secara memadai mobilitas vertikal generasi muda yang mengenyam pendidikan di pesantren, di madrasah, ketika mereka ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, maka harus dipersiapkan betul perguruan tingginya, dan salah satunya upaya penyiapan sarana PTKIN yang memadai melalui skema pembiayaan dari SBSN, selain mekanisme anggaran APBN,” lanjut Menag.

Sebelumnya rektor UIN Yogya Yudian menyampaikan rasa syukurnya atas terpenuhinya kebutuhan 192 dosen UIN Yogyakarta yang telah diajukan, juga direncanakan akan dibangun asrama ma’had jami’ bagi mahasiswa.

“Harapannya, pemancangan pondasi pembangunan asrama ini dilaksanakan pada Januari tahun mendatang,” harap rektor.

UIN Yogyakarta merupakan salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang memperoleh penghargaan dari 16 satuan kerja (satker) pengelola SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) terbaik tahun 2018. Pengahargaan tersebut diserahkan Menag saat Rapat Koordinasi Nasional Pengelola SBSN Kemenag tahun 2019, di Jakarta, Jumat (01/02) lalu.