Pamekasan | rakyatmedan –  Kementerian Agama berharap sebagai bagian dari kelompok milenial, mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lebih aktif menyuarakan moderasi beragama.

Harapan ini disampaikan Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ruchman Basori, saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN Madura).

“Mahasiswa menjadi elemen penting dalam strategi diseminasi moderasi beragama terutama untuk menyasar kelompok terpelajar dan milenial,” ujar Ruchman, Rabu (06/03/2019).

Hal ini menurut Ruchman disebabkan mahasiswa yang rata-rata berusia diantara 20-35 tahun memiliki tiga ciri yang strategis guna mendorong diseminasi moderasi beragama.

Pertama, mahasiswa biasanya sangat percaya diri (confidence).

“Mereka berani mengemukakan pendapat dan tidak sungkan-sungkan berdebat di depan publik,” ujar Ruchman.

Kedua, kelompok Milenial ini merupakan sosok yang kreatif.

“Biasa berpikir out of the box, kaya akan ide dan gagasan dan mampu mengkomunikasikan gagasan itu dengan cemerlang,” kata Ruchman.

Ketiga, kata Ruchman generasi milenial ini juga berciri connected yaitu pribadi-pribadi yang pandai bersosialisasi.

“Terutama dalam komunitas yang mereka ikuti dan aktif berselancar di sosial media dan internet,” lanjut alumni UIN Wali Songo ini.

Menurut Ruchman ini menjadikan kekuatan mahasiswa untuk menebarkan keagamaan yang moderat, damai dan toleran.

Hasil riset BNPT yang menyebutkan 39 mahasiswa Indnesia terpapar intoleransi dan radikal menjadi alarm penting.

Riset Alvara juga memapaparkan temuan bahwa mahasiswa yang setuju dengan negara Islam perlu diperjuangkan untuk penerapan Islam secara kaffah sebesar 23,5%, yang setuju khilafah sebagai bentuk pemerintahan yang ideal di banding NKRI ada 17,8% dan yang siap berjihad untuk tegaknya negara Islam/khilafah mencapai 23,4%.

Ruchman pun merasa ini perlu menjadi perhatian para aktivis mahasiswa. Maka, aktivis Mahasiswa ’98 ini mengajak aktivis mahasiswa untuk menjadikan radikalisme dan terorisme menjadi musuh bersama (common enemy) dalam issu-issu gerakan mahasiswa saat ini.

Senada dengan Ruchman, Rektor IAIN Madura Muhammad Kosim mengajak 600-an mahasiswa peserta seminar untuk menjadikan moderasi beragama sebagai ciri khas paham keagamaan mahasiswa PTKI.

“Profil mahasiswa PTKI adalah warga negara yang komitmen kebangsaannya tinggi dan juga berpaham Islam yang moderat”, katanya.

Dalam sambutan singkatnya, Kosim mengatakan Seminar Nasional dengan tema “Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama” merupakan bentuk keprihatinan akan kehidupan kebangsaan dan keberagamaan kita yang mulai terancam oleh kelompok yang intoleran dan radikal.

Turut hadir dalam Seminar Nasional yang digagas oleh Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus IAIN Madura, Wakil Rektor I Nur Hasan, Wakil Rektor II Mohammad Zahid dan Wakil Rektor III Muhammad Hasan. Dosen dan civitas akademika yang lain juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan kebangsaan itu.