Medan I rakyatmedan – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) gandeng perbankan melayani penukaran uang pecahan kecil (UPK) dan uang tidak layak edar (UTLE) di delapan pasar di Kota Medan.

Penukaran UPK dan UTLE di delapan pasar di Kota Medan itu dilayani dengan kas keliling yang dilaksanakan delapan bank yakni BRI, Mandiri, BNI, Permata, CIMB Niaga, Maybank, BRI Syariah dan BJB.

“Ke delapan Pasar tersebut yakni Pusat Pasar, Pasar Petisah, Pasar Bakti, Pasar Sukaramai, Pasar Simalingkar, Pasar Titi Papan, Pasar Titi Kuning, dan Pasar Sambas,” kata
Direktur BI Perwakilan Sumut Andiwiana Septonarwanto kepada rakyatmedan, Senin (18/3/2019).

Andiwiana usai Kick Off Program Kas Keliling dan Layanan Penukaran UPK, di halaman Gedung BI Perwakilan Sumut menyebutkan jadwal penukarannya dilakukan setiap hari Senin dan Kamis pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Setiap hari penukaran, layanan kas keliling bersama “dibekali” dengan modal senilai Rp 370 juta per mobil.

Andiwiana Septonarwanto
mengatakan, selama ini, image perbankan maupun masyarakat terhadap kebutuhan UPK selalu dengan Hasil Cetak Sempurna (HCS). Padahal pemenuhan kebutuhan uang tidak hanya HCS tetapi juga Uang Layak Edar (ULE) eks peredaran.

“Karena itu, kami memohon kerjasama dan bantuan para perbankan agar dapat mengedukasi kepada masyarakat bahwa pemenuhan kebutuhan uang tidak hanya dengan HCS tetapi juga dengan ULE eks peredaran, termasuk kebutuhan UPK,” katanya.

Andiwiana mengatakan, launching penukaran UPK dan kas keliling ini bukan hanya bekerjasama dengan perbankan tapi juga PD Pasar Kota Medan.

Penukaran UPK dan UTLE dilakukan untuk menjaga kelancaran transaksi pembayaran dan mendukung clean money policy di wilayah Sumut khususnya di Kota Medan

Perbankan sebagai garda terdepan diharapkan untuk ikut serta meningkatkan distribusi uang pecahan kecil kepada retailer, pasar tradisional dan masyarakat umum baik melalui mekanisme penarikan dan atau penukaran.

Selain kas keliling di pasar, loket penukaran UPK dan UTLE juga dibuka sebanyak 70 loket diseluruh perbankan di Sumit.

Jadwal penukarannya juga Senin dan Kamis pukul 09.00 sampai 12.00 WIB dengan modal Rp 308 juta per loket per hari layanan.

“Melalui sinergi antara BI, perbankan dan PD Pasar, maka penyediaan uang kartal kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar dapat terwujud lebih optimal serta dapat mewujudkan Sumut bebas uang lusuh,” kata Andiwiana. (rm-04)