Ilustrasi | foto: istimewa
Ilustrasi | foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Gempa bumi 5,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Provinsi Bengkulu, Sabtu (23/03/2019) pukul 15.02 WIB. Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa kekuatan gempa dimuktakhirkan menjadi 5 SR.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,54 Lintang Selatan (LS) dan 102,48 Bujur Timur (BT).

Gempa berlokasi tepatnya di laut, pada jarak 47 kilometer (km) arah barat Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pada kedalaman 27 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Atau, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

“Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran oblique naik (Oblique Thrust Fault),” katanya.

Rahmat mengatakan, guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di Bengkulu dalam skala III-IV MMI, dan di Kepahiang, Manna, serta Curup dalam skala III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 15.30 WIB tadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau after shock,” katanya.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (rm/in)