Serpong | rakyatmedan – Dosen Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKI) dituntut mampu menemukan akar persoalan di tengah masyarakat sekaligus menemukan solusinya dalam rangka pembenahan bangsa melalui rangkaian riset ilmiah yang dilakukannya. Hasil-hasil riset diharapkan tidak hanya mejadi dokumen akademis yang tersimpat di perguruan tinggi.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dalam Annual Conference Research Proposal (ACRP) di kawasan Serpong, Tangerang, Selasa (26/03/2019).

“Secara eksternal, para dosen PTKI harus mampu menemukan akar persoalan dan sekaligus solusi yang ditawarkan dalam pembenahan bangsa melalui riset yang dilakukannya,” ujar Kamaruddin.

Dosen PTKI harus turun gunung, hadir ke tengah-tengah masyarakat untuk mendampingi dan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui rangkah program pengabdian kepada masyarakatnya.

“Di samping itu, tentu para dosen diharapkan mampu berkontribusi memberikan pencerahan melalui artikel dan tulisan-tulisan ilmiahnya. Dengan demikian, rangkaian penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen merupakan langkah nyata dalam memberikan kontribusinya bagi penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Hari kedua pelaksanaan ACRP di Serpong diperuntukkan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk tahun anggaran 2019.

Sama seperti untuk PTKIS, kali ini ACRP diikuti oleh para nomine yang telah dinyatakan lolos pada beberapa tahap seleksi. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini akan berlangsung sampai Rabu (27/03/2019).

Dalam Kesempatan itu Dirjen Pendidikan Islam melaporkan kepada Menteri Agama, terdapat kenaikan jumlah proposal yang diajukan dalam setiap tahunnya.

Di tahun 2017, terdapat 1.232 proposal, setahun kemudian bertambah menjadi 1.967. Tahun anggaran 2019 ini, proposal yang masuk sebanyak 2.314 proposal.

“Dari proposal yang diajukan di tahun anggaran 2019 ini, setelah dilakukan proses penilaian oleh tim reviewer, berdasarkan validitas, orisinalitas, integritas akademis dan kontribusinya terhadap dunia Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan kehidupan keagamaan serta keindonesiaan secara online dan akurasi antiplagiasi secara elektronik, kami telah menetapkan 566 nominee, yang insya Allah sebagaian besar hadir di tempat ini,” kata Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.

Ditambahkan, secara akumulatif, para nominee penerima bantuan ini berasal dari PTKIN sebanyak 46% dan PTKIS 54%. Dilihat dari jabatan fungsionalnya, dosen yang berjabat fungsional guru besar sebanyak 1%, lektor kepala 13%, lektor 39%, asisten ahli 46%, dan di luar jabatan fungsional dosen 1%.

Dilihat dari basis fakultas, dosen yang berlatar belakang fakultas keagamaan sebanyak 72%, sosial-humaniora sebanyak 14%, dan sains sebanyak 14%.