Dhaka | rakyatmedan – Pasukan keamanan Bangladesh menembak mati seorang perempuan Rohingya di kota perbatasan yang dikenal sebagai pintu gerbang penyelundupan narkoba dari Myanmar.

Aktivis hak asasi manusia mengatakan Rumana Akter (20) merupakan perempuan Rohingya pertama yang terbunuh dalam tindakan keras yang dilakukan otoritas Bangladesh terhadap perdagangan narkotika.

Dia merupakan satu dari tiga tersangka penyelundup yang terbunuh dalam dua insiden terpisah di Teknaf, wilayah dekat dengan kamp-kamp pengungsi yang menampung sekitar satu juta Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar.

Teknaf adalah pusat wilayah yang berurusan dengan “yaba” -stimulan berbasis metamfetamin yang diterjemahkan dalam bahasa Thailand sebagai “obat gila”- yang menjadi populer di Bangladesh.

Lebih dari 300 orang -termasuk hampir 20 orang Rohingya- tewas dalam tindakan keras yang diluncurkan sejak Mei tahun lalu.

Pengungsi Rohingya yang miskin dimanfaatkan oleh pedagang untuk mengangkut obat dari Myanmar. Sebuah tindakan keras militer terhadap Rohingya pada Agustus 2017 memicu eksodus 740.000 pengungsi untuk melarikan diri dari negara itu dan bergabung dengan sekitar 300.000 pengungsi yang sudah berada di kamp-kamp di Bangladesh.

Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) menyatakan perempuan Rohingya itu terbunuh dalam baku tembak antara pasukan keamanan dan penyelundup bersenjata di sungai Naf, perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar.

Jurubicara BGB Shariful Islam mengatakan, tubuh perempuan itu ditemukan setelah baku tembak 15 menit.

“Dia ditemukan bersama 10.000 keping yaba dan tiga pisau tajam di tasnya,” kata Islam, seperti dilaporkan AFP, Minggu (31/03/2019).

Aktivis HAM itu mempertanyakan kematiannya, dengan mengatakan nama perempuan itu tidak ada dalam daftar pedagang obat terlarang yang dicatat badan hukum Bangladesh.

Dua tersangka pedagang obat bius dibunuh oleh polisi dalam insiden terpisah di Teknaf pada Sabtu malam. Polisi mengatakan 10.000 keping yaba, enam senjata, dan 18 butir amunisi ditemukan.

Itu menjadi upaya pemerintah Bangladesh pada Oktober untuk menjadikan yaba sebagai zat terlarang kelas-A dan parlemen mengesahkan undang-undang yang memungkinkan hukuman mati karena berurusan dengan narkoba. (rm/in)