Binjai I rakyatmedan – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) tandatangani kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, PT Bukalapak dan PT Bank Sumut tentang Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta penyediaan jasa perbankan di Kota Binjai, Jumat (5/4).

Direktur BI Sumut, Andiwiana S menyebutkan, UMKM memiliki peran yang penting dan strategis. Dalam perekonomian nasional, sektor UMKM menyerap 97,04 juta tenaga kerja atau 99,4% dari total angkatan kerja yang bekerja.

Disebutkkannya kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB cukup signifikan, yakni sebesar 55,56% dari total PDB (data nasional).

Sementara, jumlah UMKM di Sumut mencapai 2,8 juta dengan jumlah UMKM yang terdaftar dan terverifikasi pada Dinas Koperasi dan UMKM hanya sebesar 380.249 unit usaha dimana 97% berada di daerah perkotaan.

Proporsi kredit UMKM terhadap total kredit, kata Andi, cenderung meningkat dan ekspansif terutama dalam dua tahun terakhir.

Pada periode IV Tahun 2018 tercatat sebesar 30% dari total kredit dengan nominal sebesar Rp56,7 triliun. Kredit UMKM tersebut meningkat di level 8,0% (yoy) dibandingkan triwulan seblumnya di level 5,6% (yoy).

Penandatanganan yang dilakukan ini merupakan inkubasi dari pola kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga negara, badan usaha dan perbankan untuk meningkatkan jumlah UMKM dengan identitas kearifan lokal menuju platform digital.

” Kami akan melakukan edukasi, pendampingan secara berkelanjutan dan monitoring kepada UMKM yang berjalan online serta sinergi program dengan stakeholders terkait untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi UMKM,” tandasnya.

Ia menuturkan, hingga saat ini telah terdapat 29 UMKM yang siap untuk masuk ke platform digital melalui Bukalapak.

Pihaknya berharap penandatanganan kesepakatan bersama itu menjadi langkah awal dari kerja bersama yang dilakukan menuju UMKM Binjai Go Digital dan menjadi permulaan UMKM Sumut Go Digital.

Walikota Binjai, Idaham mengatakan, para pelaku UMKM harus berinovasi, berani mengembangkan diri dan membaca pasar serta membangun branding. Dengan masuknya produk di Bukalapak, minimal sudah memberi branding.

“Penandatanganan ini merupakan rasa tanggung jawab kami agar UMKM di Binjai ini bisa maju. Kami juga akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara, Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid mengungkapkan, pihaknya akan memfasilitasi platform digital kepada para pelaku UMKM agar usahanya semakin maju. Untuk saat ini, baru 29 UMKM yang masuk ke platform mereka.

“Ini adalah peluang dan awal yang baik agar ke depan para pelaku UMKM bisa menjual produknya dengan cakupan pasar yang lebih luas,” tutupnya. (rm-04)