Medan I rakyatmedan – Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi (PKPT) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) DrTotok Prasetyo BEng, MT mengatakan, mengelola perguruan tinggi sebenarnya sangat mudah. Basiknya hanya tiga: pertama leadership (kepemimpinan) yang kuat/ tangguh.

“Alhamdulliah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mempunyai rektor yang memiliki leadership sangat kuat. Sehingga mampu memengaruhi semua orang untuk mengerjakan apa yang sudah digariskan. Itu sudah sangat luar biasa,” kata Totok pada syukuran atas capaian akreditasi A istitusi UMSU, di auditorium kampus utama, Jalan Kapten Muchtar Basri, Medan Jumat (12/4).

Dilanjutkannya, yang kedua komitmen yang sangat luar biasa dari semua civitas akademika. Ini juga sudah ditunjukkan UMSU dengan timnya. Ketiga, sistem yang terintegrasi dengan baik. Dengan sistem terintegrasi membuat universitas bisa bersaing di era industri 4.0.

“Dengan sistem yang terintegrasi, sangat mudah bagi kita melihat kesiapan data dan pelayanan yang dimiliki perguruan tinggi,” kata Totok

Dia juga mengungkapkan masalah borang yang sekarang berganti nama menjadi instrumen. Kalau dulu ada yang namanya borang, yang dipelesetkan orang menjadi bohong dan ngarang. Hal yang paling kecil saja ketika PT sudah meraih akreditasi A, ketika hendak dievaluasi absennya, maka jawaban yang keluar hanya bohong dan ngarang saja.

“Sekarang sudah kita ganti dengan nama instrumen, agar tidak ada lagi bohong dan ngarang,” kata dosen Polteknik Negeri Semarang ini seraya menambahkan itu juga bagian dari sistem yang terintegrasi tersebut.

Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) Wilayah Sumut Prof Dian Armanto mengatakan, semua sudah dialami UMSU, mulai dari susah sampai senang, hingga sesuai dengan slogan Cerdas, Unggul, dan Terpercaya.

“Selamat, saya yakin dengan komitmen dan kerja keras UMSU pantas mendapat akreditasi A sehingga menjadi contoh bagi perguruan tinggi yang lain,” kata Dian.

Sementara Rektor UMSU Dr Agussani MAP menyebutkan, UMSU baru saja membayar Rp 33 miliar tanah di Sampali seluas 25 ha untuk kampus terpadu .

“Syukur Alhamdulliah kami sudah membayarnya meski dengan cara mencicil. Untuk itu saya berharap pada perbankan dapat membantu kami dalam permodalan sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai,” kata Agussani.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasih pada Kemenristekdikti dan LLDikti Sumut yang punya atensi tinggi terhadap UMSU.

Kemudian tim akreditasi UMSU yang sudah bekerja keras siang malam agar UMSU meraih akreditasi istitusi level A, sehingga menjadi satu-satunya PTS di Pulau Sumatera yang meraih akreditasi A.

Hadir dalam acara itu, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Hasyimsah Nasution, para wakil rektor dan dekan di lingkungan UMSU, Sekretaris Kopertais Wilayah IX  Dr Ansyari Yamamah, Ketua MUI Medan Prof Mohd Hatta, KH Amiruddin MS dan calon anggota DPD Abdul Hakim Siagian M.Hum. (rm-04)