Jakarta | rakyatmedan – Memasuki masa tenang kampanye, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan mengambil langkah tegas memblokir akun yang nekat berkampanye. Baik buzzer maupun individu akan diperlakukan sama.

Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, siapapun yang nekat berkampanye di masa tenang akan diblokir akunnya.

Sebelum tindakan ini diambil tentunya pemilik akun akan terlebih dahulu diperingatkan untuk menghapus konten yang diterbitkan.

“Setiap orang yang melakukan kegiatan kampanye pada masa tenang, kita akan block dulu, suspend sementara akunnya. Apakah itu buzzer atau masyarakat,” ujar Samuel Abdi Pangerapan di kantor bawaslu RI, Sabtu (13/04/2019).

Samuel menjelaskan, tanpa mengurangi hak kebebasan berekspresi seseorang, namun kampanye memiliki aturannya tersendiri dan ada jangka waktu yang sudah diatur dalam undang-undang.

Hal ini juga sudah disepakati kepada platform media sosial untuk iklan, mereka bersedia untuk tidak mengadakan iklan apapun yang bisa diterima oleh platform selama masa tenang hingga hari pencoblosan.

Meski begitu, Kemenkominfo tidak meminta agar seluruh konten kampanye yang sudah diterbitkan di media sosial untuk dihapus. Yang dilarang hanya menyebarkan kembali konten tersebut.

Sementara itu, untuk setiap individu masih diperbolehkan mencari informasi terkait paslon maupun caleg di media sosial sekalipun di masa tenang karena merupakan hak seseorang dalam memperoleh informasi.

Perlu diketahui, hal yang dilarang yakni ketika informasi itu disebar ulang di media sosial. Begitu pula dengan percakapan politik secara privat maupun individu antarindividu.