Ali Saifuddin (dua dari kiri) di Pengadilan Alot Setar Malaysia pada 2015. | foto: The Star
Ali Saifuddin (dua dari kiri) di Pengadilan Alot Setar Malaysia pada 2015. | foto: The Star

Kuala Lumpur | rakyatmedan – Seorang warga Indonesia dan dua mantan tentara Malaysia divonis bersalah atas tuduhan merencanakan penculikan terhadap Najib Razak dan pejabat lainnya pada 2015. Saat itu Najib masih menjadi perdana menteri. Mereka juga didakwa membantu kegiatan terorisme.

Dilaporkan Bernama, Selasa (16/04/2019), WNI bernama Ali Saifuddin (31) itu divonis hukuman penjara selama 12 tahun. Sementara dua warga Malaysia, Nor Azmi Jailani (32) dan Mohamad Yusri Mohamed Yusof (32), masing-masing divonis hukuman penjara 8 tahun. Mereka dinyatakan bersalah oleh panel yang terdiri dari tiga hakim.

Menurut saksi, ketiga pria yang ditangkap polisi pada April 2015 itu berdiskusi dengan anak mantan militan ISIS untuk menculik empat pejabat, termasuk Najib.

Tujuannya, mereka akan menukar para pejabat itu dengan rekan-rekan mereka yang lebih dulu ditangkap atas tuduhan terorisme.

Tiga pejabat yang menjadi target penculikan adalah mantan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi, mantan Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein, dan mantan Menteri Pemuda Khairy Jamaluddin.

Sementara itu anak anggota ISIS bernama Abu Daud Murad Halimmuddin sudah lebih dulu divonis penjara 12 tahun atas tuduhan berkonspirasi untuk kegiatan terorisme. Murod meninggal di penjara pada 2017 karena sakit jantung.

Ayahnya, Murad Halimmuddin Hassan, dijatuhi hukuman penjara 18 tahun. (rm/in)