Jakarta | rakyatmedan – Google mencegah banyak aplikasi kembangan DO Global berada di Play Store. Sebab, aplikasi diketahui memproduksi iklan palsu dan menyalahgunakan izin pengguna.

Menurut laporan, sebanyak 46 aplikasi dari sekitar 100 telah dihapus Google. Sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada BuzFeed News, lebih banyak penghapusan aplikasi akan menyusul.

Selain dihapus, aplikasi DO Global tampaknya tidak lagi menyertakan inventaris iklan yang bisa dibeli melalui jaringan Google AdMob. Hal ini menunjukkan, Google melarang produk iklan DO Global.

“Kami bertanggung jawab untuk melindungi pengguna dan pengiklan secara serius, dan menginvestigasi tool serta sumber daya untuk memerangi penipuan dan penyalahgunaan secara global. Kami secara aktif menyelidiki perilaku jahat, dan saat kami menemukan pelanggaran, kami mengambil tindakan, termasuk penghapusan kemampuan pengembangan untuk memonetisasi aplikasi mereka dengan AdMob atau publish di Play,” kata Google yang dikutip dari Android Authority, Sabtu (27/04/2019).

Pelarangan aplikasi DO Global muncul setelah BuzzFeed News dan peneliti keamanan di Check Point Research menemukan, setidaknya ada enam aplikasi DO menyertakan kode penipuan iklan.

Klik palsu kemudian menghasilkan pendapatan iklan untuk DO Global dan bahkan berfungsi jika Anda menutup aplikasi tersebut. Keadaan diperkeruh dengan DO Global tidak menerbitkan aplikasi dengan nama pengembang generik Pic Tools Group dan Photo Artist Studio.

Sebelum pencekalan hari ini, aplikasi DO Global mengumpulkan lebih dari 600 juta pemasangan. DO Global mengatakan kepada BuzzFeed News, perusahaan memiliki lebih dari 250 juta pengguna aplikasi aktif bulanan dan mencapai 800 juta pengguna melalui platform iklannya. (rm/in)