Washington | rakyatmedan – Washington bakal menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang membolehkan jasad orang meninggal dihancurkan menjadi seperti pupuk. Parlemen negara bagian pada 19 April lalu meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang mengaturnya.

Jika Gubernur Negara Bagian Washington, Jay Inslee, meneken, maka akan berubah menjadi UU dan siap dipraktikkan mulai 1 Mei 2020.

RUU ini dibuat untuk mengatasi isu lingkungan. Senator negara bagian yang mengusulkan RUU ini, Jamie Pedersen, mengatakan ada permasalahan lingkungan serius dengan model pemakaman yang selama ini dipraktikkan.

“Ada masalah lingkungan yang penting dengan mengubur dan membakar jenazah,” katanya, dikutip dari The Washington Post, Sabtu (27/04/2019).

Praktik pemakaman di AS berubah dari waktu ke waktu. Angka jenazah yang dikremasi melampaui 50 persen sejak 2016, menyalip model penguburan konvensional yang populer di masa lalu.

Dalam laporan pada 2017, Biro Sensus AS memperkirakan adanya ledakan jumlah kematian, pada 2037 jumlah orang meninggal diperkirakan 1 juta lebih banyak dibandingkan pada 2015.

Pengomposan manusia merupakan pilihan yang dianggap paling ramah lingkungan. Sebuah perusahaan di Seattle, Recompose, akan menawarkan layanan pemakaman yang disebut dengan reduksi organik alami ini. Perusahaan telah mengantongi dua paten.

Jenazah akan ditaruh di satu tempat yang terdapat mikroba untuk mengubah kulit, tulang, dan bagian tubuh lainnya, menjadi kompos.

Ahli ekologi University of Minnesota Duluth, Joshua Trey Barnett, menjelaskan kekurangan model penguburan konvensional.

“Kita membalsem tubuh dengan racun, menguburnya dalam peti mati mahal terbuat dari kayu dan logam, kemudian menempatkan mereka pada sepetak tanah,” ujarnya.

Sementara cara kremasi memang memiliki dampak buruk ekologi lebih kecil, namun data menunjukkan rata-rata tubuh yang dikremasi memancarkan sekitar 18 kg karbon dan membutuhkan hampir 113 liter bahan bakar untuk membakarnya.

Sementara itu Inslee belum memberikan keputusan apakah akan menandatangani RUU itu atau tidak, namun juru bicarnya sudah memberi sinyal.

“RUU disahkan legislatif dengan dukungan bipartisan dan tampaknya ramah lingkungan. Dia belum menyatakan bagaimana akan bertindak atas hal ini,” kata Tara Lee, juru Inslee.

Inslee memiliki waktu 20 hari untuk meninjau RUU yang sudah ada di mejanya sejak Kamis (25/04/2019) itu.

RUU yang mulai berlaku pada 1 Mei 2020 itu juga akan melegalkan model pemakaman hidrolisis alkali, yakni mengubah tubuh menjadi cairan menggunakan basa seperti alkali.

Di AS, negara bagian diberi kebebasan dalam menentukan cara pemakaman. Urusan pemakaman bukan ranah pemerintah pusat. (rm/in)