Medan I rakyatmedan – Menghadapi lebaran 2019 ini,Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara siapkan uang pecahan baru sebesar Rp 8.7 triliun di 131 titik yang tersebar di Medan sekitarnya.

“Anggaran itu jauh lebih besar dari perkiraan kebutuhan masyarakat sebesar Rp6,838 triliun,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, Kamis (9/5/2019) di kantornya Jalan Balai Kota Medan.

Didampingi Direktur Andiwiyana S dan Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM Demina Sitepu, Wiwiek mengatakan dari anggaran tersebut terdiri dari uang pecahan kecil (UPK) mulai Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu sebanyak Rp783,776 miliar. Sedangkan uang pecahan besar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu mencapai Rp6,054 triliun.

Diakuinya kebutuhan uang jelang lebaran tahun ini meningkat 15 persen dibanding posisi sama tahun lalu.

Dijelaskan Wiwiek penukaran uang baru tersebut sudah dilayani perbankan sejak 2-16 Mei 2019 setiap Selasa dan Kamis serta tanggal 20-31 Mei hari Senin-Jumat dengn 70 loket di Medan dan 8 loket bank di luar Kota Medan serta 30 BPRS.

Selain itu, pelayanan kas keliling yang dilakukan BI dan perbankan di 15 pasar pada 2-29 Mei 2019. Sedangkan kas keliling di lapangan Benteng 20-23 Mei dan 27-29 Mei 2019.

Pelayanan di 7 instansi pada 20-29 Mei 2019 antara lain di Pemprovsu, Pemko Medan, Lantamal I Belawan, Poldasu, Kejari Medan, Brimob dan TVRI.

Pada acara bincang media terkait perkembangan ekonomi Sumut Wiwiek juga menyebutkan selaku Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut juga menggelar rapat dengan instansi terkait mengenai harga pangan yang melonjak utamanya cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, bawang merah, bawang putih dan daging kemasan.

Sejumlah Kapolres di Sumut yang tergabung dalam Tim Satgas Pangan juga hadir. Mereka membahas kenapa komoditi itu harganya naik dan solusi apa yang akan diberikan.

“Untuk bawang putih harganya naik karena impor dibatasi. Sekarang pemerintah membuka kran impor dan diharapkan minggu depan bawang putih impor masuk dan harganya jadi turun kembali,” ungkap Wiwiek. (rm-04)

Keterangan foto:
Kepala Perwakilan BI Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat didampingi Direktur Andiwiyana S dan Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM Demina Sitepu memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya Jalan Balai Kota Medan