Medan I rakyatmedan – Emiten industri pengolahan kelapa sawit di Sumatera Utara, PT Mahkota Group TBK (MGRO) membukukan kinerja yang positif pada kuartal I/2019. Hal itu sejalan dengan peningkatan penjualan dan penurunan beban biaya.

Total laba bersih yang dicetak emiten bersandi saham MGRO ini per akhir Maret 2019 mencapai Rp9,654 miliar.

“Realisasi itu membaik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yang mengalami kerugian sebesar Rp24,909 miliar,” ungkap Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk Usli Sarsi di Grand Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Kamis (9/5/2019) malam

Usli pada Public Expose 2019 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa perseroan itu menyebutkan pembentukan laba tersebut ditopang kenaikan penjualan dan pendapatan usaha menjadi Rp444.30 miliar, tumbuh 8% secara year on year. Kenaikan pendapatan, menurutnya juga sejalan dengan penurunan beban biaya.

Pada Public Expose 2019 itu dihadiri dewan komisaris dan direksi PT Mahkota Group Tbk yakni Komisaris Utama Mily, Komisaris Lily, Komisaris Independen Harry Kurniawan, Direktur Usman Sarsi, Direktur Fuad Halimoen, dan Direktur Independen Nagian Toni. Hadir juga Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, Muhammad Pintor Nasution.

Usli Sarsi menyebutkan, sumber pendapatan MGRO ditopang penjualan CPO dan sisanya dari penjualan PK, jasa sewa tangki timbun, penjualan cangkang serta produk turunan yang lain.

“Kinerja positif yang dicapai tersebut sejalan dengan peningkatan hasil panen tandan buah segar sawit yang masih aktif terus meningkat sejak tahun 2018 hingga kuartal awal 2019,” katanya.

Dia menegaskan perusahaan senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas kinerja dengan orientasi pada target proyeksi yang sudah ditentukan sebelumnya, dan untuk pencapaiannya berbagai strategi usaha akan dijalankan oleh perusahaan.

Disebutkannya, beberapa rencana jangka panjang dan menengah juga telah dibuat guna mendukung program hilirisasi.

Terkait aset, perseroan yang didirikan pada 7 Januari 2011 ini membukukan pertumbuhan sebesar 16% dari total aset Rp919,55 juta pada 2018 menjadi sebesar Rp1,067 miliar untuk year on year.

Pada RUPS itu, Usli Sarsi mengungkapkan perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,13 miliar atau 25% dari laba bersih yang diraup perusahaan sepanjang 2018 yakni sebesar Rp84,51 miliar. Pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp6 per lembar saham.

“Kami bagikan dividen sebesar 25% dari total laba bersih tahun 2018, Rp84,51 miliar,” ujarnya

Menurutnya, sejak melantai di bursa pada Juli 2018, kinerja perusahaan terus naik.

Dia menilai kinerja perusahaan semakin prospektif seiring dengan sejumlah rencana bisnis di bidang hilir. Salah satu di antaranya, pembangunan pabrik minyak goreng dengan kapasitas sebesar 1.500 ton/hari di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Perkembangan pembangunan pabrik saat ini telah menyentuh 60% dan ditargetkan bisa beroperasi pada Agustus 2019.

“Biasanya refinery itu adanya di luar negeri, tapi kami sedang bangun di dalam negeri dan sekarang progresnya sudah 60%,” ujarnya.

Ditambahkannya, pada akhir 2019, PT Mahkota Group Tbk beserta seluruh grup usaha akan segera menempati gedung baru di kompleks grand Jati Junction Medan.

“Dengan sentralisasi tersebut diharapkan dapat mendukung koordinasi kerja dan efisiensi yang baik serta menghasilkan kinerja yang maksimal,” harapnya. (rm-04)