Jakarta | rakyatmedan – Twitter membuat pengumuman baru terkait bug iOS yang menyebabkan layanan secara tidak sengaja mengumpulkan dan berbagi data lokasi. Dalam pengumumannya, Twitter mengaku telah mengatasi bug tersebut.

Di situs dukungan Twitter disebutkan pengguna iOS yang mempunyai lebih dari satu akun dan memilih berbagi informasi lokasi pada salah satu akunnya kemungkinan menjadi korban pengumpulan data lokasi. Pengumpulan data terjadi saat pengguna memakai akun lain di perangkat yang sama walaupun fitur lokasi tidak diaktifkan.

Twitter juga menyatakan beberapa data lokasi itu salah dikirim ke salah satu mitra iklannya. Tapi, data itu tidak jelas sehingga hanya kode pos dan data kota yang dibagikan.

“Secara terpisah kami bermaksud menghapus data lokasi dari bidang yang dikirim ke mitra terpercaya selama proses periklanan yang dikenal sebagai real-time bidding. Penghapusan lokasi ini tidak terjadi sesuai rencana. Namun, kami telah menerapkan langkah-langkah teknis untuk mengaburkan data yang dibagikan sehingga tidak lebih tepat dibandingkan kode pos atau kota,” kata Twitter seperti dikutip dari Mac Rumors, Selasa (14/05/2019).

Beruntung, data lokasi tidak bisa memetakan pergerakan yang tepat dan terkait dengan yang ditangani Twitter. Mitra yang salah dikirimkan juga tidak menyimpan data lokasi dan hanya tersedia di sistem mereka untuk waktu singkat sebelum dihapus.

“Data lokasi ini tidak bisa digunakan untuk menentukan alamat atau memetakan pergerakan Anda secara tepat. Mitra tidak menerima data seperti Twitter handle atau akun ID unik yang bisa membahayakan identitas Anda di Twitter,” ujarnya.

Bug yang menyebabkan pengumpulan data yang tidak disengaja telah diperbaiki. Twitter juga memastikan akan bekerja lebih keras agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. (rm/in)